Kanal

Ketegangan FIGC dan AIA Memuncak, Gravina Hubungi Rocchi usai Insiden Inter vs Juventus

Penulis: Amalia Sihotang
16 Feb 2026, 02:05 WIB

Ketegangan FIGC dan AIA Memuncak, Gravina Hubungi Rocchi usai Insiden Inter vs Juventus - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia – Panasnya duel antara Inter Milan dan Juventus kembali meninggalkan bara di luar lapangan. Kemenangan 3-2 untuk Nerazzurri rupanya tak hanya memantik sorotan taktik dan adu gengsi, tapi juga membuka bab baru kontroversi terkait keputusan wasit yang memicu reaksi keras dari kubu Bianconeri.

Tidak lama seusai laga di Giuseppe Meazza, CEO Exor, John Elkann, disebut langsung menghubungi Presiden FIGC, Gabriele Gravina, untuk menyampaikan protes resmi terkait kepemimpinan wasit dalam laga bergengsi tersebut. Dari pandangan Juventus, sejumlah momen krusial di pertandingan itu dianggap keliru dan tidak bisa diterima.

Salah satu insiden yang paling memancing emosi adalah kartu kuning kedua yang diterima Pierre Kalulu. Pemain muda Juve itu diusir keluar lapangan setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni, meski tayangan ulang memperlihatkan bek Inter tampak melakukan gerakan yang menyerupai “diving”.

Menanggapi panasnya situasi, Gravina segera mengadakan pembicaraan dengan Kepala Wasit Gianluca Rocchi untuk membedah setiap keputusan yang menjadi sorotan. Pertemuan itu juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh atas tren simulasi yang semakin sering terjadi di Serie A, termasuk dalam laga akbar ini. FIGC menilai bahwa tindakan berpura-pura jatuh dapat menyesatkan wasit dan mencoreng citra sepak bola Italia di mata publik internasional.

Kisruh ini hadir di tengah kondisi internal AIA (Asosiasi Wasit Italia) yang juga belum stabil. Lembaga wasit tersebut masih menunggu putusan banding atas Presiden mereka, Antonio Zappi, yang sebelumnya dijatuhi skors 13 bulan. Jika hukuman itu diperkuat oleh Pengadilan Federal pada 18 Februari mendatang, bukan tak mungkin AIA akan ditempatkan di bawah pengawasan administrasi sementara.

Di sisi lain, Gravina juga menyoroti perlunya pemanfaatan teknologi yang lebih luas, termasuk VAR, terutama untuk menekan potensi kesalahan fatal akibat keputusan kontroversial. Semua temuan dan rekomendasi ini kabarnya akan dibahas melalui jalur institusional yang berlaku di FIGC.

Drama Inter kontra Juventus ini seolah mengingatkan bahwa rivalitas terbesar di Italia tidak hanya terjadi di atas lapangan. Dari ruang ganti hingga kantor federasi, tensi masih terus berdenyut – menegaskan betapa sengitnya atmosfer sepak bola negeri “Gli Azzurri.”

Artikel Tag: Juventus, Inter Milan, FIGC, Gianluca Rocchi, Gabriele Gravina

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru