Krisis Sepak Bola Italia: Galliani Kritik Inter soal Calciopoli
Krisis Sepak Bola Italia: Galliani Kritik Inter soal Calciopoli - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia – Sosok legendaris AC Milan dan Monza, Adriano Galliani, kembali menjadi sorotan dengan pandangannya yang tajam mengenai permasalahan sepak bola Italia saat ini. Galliani, yang telah lebih dari tiga dekade mendampingi Silvio Berlusconi baik di Milan maupun Monza, mengungkapkan bahwa klub-klub Italia menghadapi tantangan besar dalam bersaing di kancah Eropa.
Galliani, yang kini santer dikabarkan akan kembali ke San Siro sebagai penasihat tambahan untuk Gerry Cardinale dan RedBird, berbicara di sebuah acara tentang tantangan besar yang dihadapi oleh klub-klub Serie A saat ini. "Klub-klub yang memenangkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir memiliki pendapatan dua kali lipat dari klub-klub terbesar di Italia," ujarnya. Galliani menyoroti bahwa pendapatan Real Madrid mencapai €1,2 miliar, sedangkan klub-klub Italia terbaik hanya mampu meraih antara €400-500 juta, termasuk dari penjualan pemain.
Satu fakta yang mencolok adalah tidak ada tim Serie A yang berhasil mencapai semi-final dalam tiga kompetisi UEFA baru-baru ini, dengan hanya Bologna dan Fiorentina yang berhasil masuk ke babak perempat final. Menurut Galliani, perbedaan besar dalam pendapatan ini menjadi penghalang utama bagi kesuksesan klub-klub Italia di tingkat Eropa. "Dulu, kami menang karena memiliki pemain terbaik. Terakhir kali pemenang Ballon d’Or berasal dari Serie A adalah Kaka pada tahun 2007," tambahnya.
Galliani juga mengidentifikasi masalah utama dalam penjualan hak siar televisi Serie A di luar negeri. Dia menjelaskan bahwa bahasa menjadi salah satu faktor penting, di mana bahasa Inggris dan Spanyol lebih banyak dipahami di dunia dibandingkan bahasa Italia. Selain itu, Galliani menekankan pentingnya memperbaiki kondisi stadion-stadion di Italia. "Stadion yang indah juga membantu menjual hak siar TV. Ketika penonton melihat stadion yang setengah kosong dan mulai runtuh, mereka tidak tertarik," jelasnya.
Selain masalah finansial dan infrastruktur, Galliani juga mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap skandal-skandal yang terus membayangi Serie A. Dia masih belum bisa melupakan gempa Calciopoli 2006 yang mengubah peta persaingan di liga, di mana gelar yang diraih Juventus di lapangan harus dicabut dan diberikan kepada Inter, yang finis di posisi ketiga. "Ini adalah satu-satunya waktu dalam sejarah di mana yang berada di posisi ketiga berakhir di posisi pertama," kenangnya.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Galliani menegaskan bahwa Serie A perlu berbenah untuk kembali menjadi tujuan utama bagi para pemain top dunia, bukan sekadar liga transit.
Artikel Tag: AC Milan, Adriano Galliani