Laga Kandang Pindah Ke Bali, PSIM Jogja Tetap Harapkan Kehadiran Suporter
Suporter PSIM Jogja diharapkan tetap hadir di Bali/foto dok PSIM Jogja
Berita Suporter League: Manajemen PSIM Jogja resmi mengumumkan pemindahan lokasi pertandingan kandang saat menjamu Persija Jakarta ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Meski harus berlaga jauh dari rumah, manajemen berharap dukungan setia Laskar Mataram tidak surut demi menjaga persaingan di papan atas Super League musim 2025/2026.
Keputusan relokasi ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perizinan dan keamanan. Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno menegaskan bahwa keselamatan seluruh pihak merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan laga krusial melawan Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung, Rabu (22/4/2026) nanti.
"PSIM menghormati keputusan pihak kepolisian dan seluruh otoritas terkait, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan adalah prioritas utama. Bermain di luar Yogyakarta bukan keputusan yang ideal bagi kami. Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin bermain di hadapan suporter sendiri," ungkap sosok yang akrab disapa Liana itu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pemilihan Bali sebagai markas sementara dinilai sebagai langkah administratif paling logis agar jadwal kompetisi tidak terganggu.
Hal ini sangat penting mengingat setiap poin dalam Super League musim 2025/2026 sangat berharga bagi posisi klasemen tim. Laga melawan Persija Jakarta tetap harus berjalan sesuai jadwal demi profesionalitas klub.
"Penggunaan stadion di Bali adalah solusi teknis agar pertandingan tetap dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini bukan bentuk menjauh dari Jogja, melainkan bentuk tanggung jawab penuh klub terhadap kompetisi dan nama besar PSIM," tegas Liana.
Manajemen menyadari kekecewaan para pendukung, namun mereka meminta solidaritas tetap terjaga agar mental para pemain tidak turun saat menghadapi skuat macan kemayoran. Kehadiran suporter di Bali diharapkan tetap ada untuk memberikan tekanan kepada tim tamu.
"Kami memahami rasa kecewa para suporter. Namin, energi dan kecintaan itu sangat berarti bagi tim. Saat ini yang dibutuhkan pemain adalah dukungan positif, bukan perpecahan," tuturnya.
Liana menutup pesan dengan keyakinan bahwa loyalitas pendukung PSIM Jogja tidak akan luntur meski lokasi laga berpindah. Kemenangan atas Persija Jakarta menjadi target utama guna membuktikan bahwa Laskar Mataram mampu tampil elegan di mana pun mereka berlaga.
Artikel Tag: persija jakarta, Super League