Kanal

Liam Rosenior Santai Hadapi Kritik soal Taktik di Chelsea

Penulis: Fery Andriyansyah
06 Feb 2026, 12:30 WIB

Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior. (Foto: Andrew Matthews/PA Images via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa kritik terhadap pendekatan taktiknya adalah konsekuensi yang tidak terpisahkan dari posisinya sebagai juru taktik di Stamford Bridge.

Rosenior mengawali masa kerjanya dengan cukup meyakinkan. Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, Chelsea meraih enam kemenangan dalam periode padat ketika laga datang setiap tiga hingga empat hari. Dua kekalahan yang diderita The Blues sejauh ini semuanya terjadi saat menghadapi Arsenal di semifinal Carabao Cup, masing-masing dengan skor 3-2 di Stamford Bridge dan 1-0 di Emirates Stadium.

Usai kekalahan leg kedua tersebut, sejumlah pengamat menilai Rosenior terlalu berhati-hati, terutama pada satu jam pertama pertandingan yang dianggap terlalu defensif. Meski begitu, pendekatan itu sempat membuat Chelsea tetap kompetitif sebelum Rosenior memasukkan lebih banyak pemain menyerang pada menit ke-60. Risiko baru muncul ketika The Blues kebobolan di menit ke-97 saat terlalu banyak pemain naik membantu serangan.

Menjelang laga Premier League melawan Wolves pada Sabtu (7/2), Rosenior menegaskan bahwa kritik tidak pernah mengganggu cara berpikirnya. "Kebisingan itu sama sekali tidak mengejutkan saya. Itu memang bagian dari pekerjaan sebagai pelatih kepala Chelsea," kata Rosenior dalam konferensi pers. "Jika saya terkejut dengan hal seperti itu, berarti saya tidak siap untuk peran ini."

Liam Rosenior menekankan bahwa opini dari luar klub tidak memengaruhi pengambilan keputusannya. "Apa yang dilakukan tim lain dan bagaimana mereka bermain tidak ada hubungannya dengan saya. Apa yang orang katakan di luar klub juga tidak memengaruhi keputusan saya atau apa yang saya yakini sebagai hal terbaik untuk tim," ujarnya.

Ia tetap melihat sisi positif dari performa timnya melawan Arsenal. "Dengan melihat ke belakang, memang kami tidak lolos. Selalu ada hal yang bisa diperbaiki. Tapi pada saat yang sama, itu adalah penampilan yang sangat solid melawan tim yang sangat kuat di kandang mereka," jelas Rosenior. "Kami membalikkan momentum di babak kedua dan pertandingan itu bisa saja berpihak pada kami. Kami kecewa, tapi sekarang fokus kami adalah Wolves."

Sejauh ini, Rosenior menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dibanding pendahulunya, Enzo Maresca. Jika Maresca cenderung konsisten pada satu filosofi, Rosenior lebih sering menyesuaikan susunan pemain dan sistem sesuai lawan. Pendekatannya saat melawan Arsenal bahkan mengingatkan pada gaya pragmatis Jose Mourinho, memilih bertahan rapi lebih dulu ketimbang langsung menyerang sejak awal.

Chelsea kini memasuki rangkaian laga yang relatif menguntungkan melawan Wolves, Leeds United, Hull City, dan Burnley. Dengan status unggulan di empat pertandingan tersebut, hasil positif menjadi tuntutan. Jika The Blues gagal meraih setidaknya tiga kemenangan, pertanyaan soal kapasitas Rosenior sebagai sosok jangka panjang di kursi pelatih dipastikan kembali mengemuka.

Artikel Tag: Chelsea, Liam Rosenior

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru