Kanal

Massimo Ambrosini Ungkap Trauma Istanbul dan Makna Pembalasan di Athena

Penulis: Uphit Kratos
07 Jul 2026, 00:55 WIB

Massimo Ambrosini

Berita Liga Italia: Massimo Ambrosini mengakui luka kekalahan di final Liga Champions 2005 masih terasa, meski Milan berhasil membalasnya dua tahun kemudian di Athena.

Dalam wawancara di podcast Derbyssimo Legends x MilanNews, mantan kapten AC Milan itu mengungkapkan perasaannya terhadap salah satu momen paling kelam dalam sejarah klub.

Massimo Ambrosini tidak bisa menyaksikan ulang pertandingan yang dikenal sebagai "Miracle of Istanbul" karena ia tidak bermain akibat cedera.

"Saya tidak melihatnya lagi karena saya tidak memainkannya. Cukup bagi saya untuk menontonnya dari tribun, karena saya cedera. Saya selalu mengatakan selama 20 tahun.” kenang Ambrosini.

"Ketika Anda kalah dalam pertandingan seperti itu, pada level seperti itu, sepenting itu, dan dengan cara seperti itu, tidak ada yang bisa menyembuhkannya.”

Final 2005 di Istanbul menjadi salah satu laga paling dramatis. Milan unggul 3-0 di babak pertama melalui Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo, namun Liverpool menyamakan kedudukan di babak kedua dan akhirnya menang adu penalti.

Ambrosini sendiri memiliki kenangan pahit lain dari musim 2004-05. Ia mencetak gol sundulan di masa injury time melawan PSV Eindhoven di semifinal yang membawa Milan lolos ke final, namun cedera membuatnya absen di laga puncak.

Kemenangan di Athena dua tahun kemudian terasa sebagai pembebasan. Ambrosini menyebutnya sebagai "liberasi" karena memberikan kompensasi yang sangat jarang didapatkan oleh tim mana pun.

Pada final 2007, Milan yang menjadi tim tertua yang pernah tampil di final Liga Champions dengan rata-rata usia 34 tahun berhasil mengalahkan Liverpool 2-1.

Artikel Tag: AC Milan, Liga Italia, Massimo Ambrosini

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru