Maxim De Cuyper Ungkap Penyesalan dan Hampir Putuskan Pensiun Dini
Maxim De Cuyper bangkit bersama Brighton usai sempat terpikir berhenti dari dunia sepak bola. (Foto: James Gill - Danehouse/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Bintang Brighton and Hove Albion, Maxim De Cuyper, mengungkapkan rahasia kelam dalam perjalanan kariernya saat hampir memutuskan berhenti bermain sepak bola. Pemain bertahan berkebangsaan Belgia tersebut kini menjadi sosok kunci bagi skuad asuhan Fabian Hurzeler usai melewati masa-masa sulit.
De Cuyper tengah bergabung dengan Timnas Belgia pada jeda internasional usai mendapatkan pemanggilan resmi dari pelatih baru, Mark van Bommel. Pemanggilan tersebut tidak lepas dari performa impresif sang pemain berusia 25 tahun yang tampil menawan bersama Brighton di panggung Premier League.
Pada musim keduanya di Inggris, Maxim De Cuyper berhasil mencatatkan tiga gol dan tiga assist dari delapan penampilan di semua kompetisi. Catatan ini melampaui pencapaian musim lalu saat ia hanya mengemas dua gol dan tiga assist dari total 31 pertandingan bersama klub.
Keberhasilan sang bek kiri menembus level tertinggi tidak lepas dari peran penting sang ayah yang terus memberikan dorongan mental. Melalui wawancara bersama media HUMO yang dilansir Voetbal 24, De Cuyper menceritakan momen terpuruk saat dirinya sama sekali tidak mendapatkan kesempatan bermain.
"Saya benar-benar terpukul secara mental. Saya tidak memainkan satu pertandingan pun selama enam bulan pertama itu; saya sepenuhnya diabaikan," ujar De Cuyper saat memberikan keterangannya kepada media HUMO.
Situasi sulit tersebut sempat membuat De Cuyper berniat gantung sepatu dan meninggalkan dunia sepak bola profesional. Kendati demikian, sang ayah meyakinkan dirinya untuk tetap bertahan dan tidak membuang semua pengorbanan yang telah dilakukan sejak masa muda.
"Saya tidak berkorban bertahun-tahun dan mengantarmu ke mana-mana hanya untuk melihatmu berhenti sekarang. Bertahanlah!" tutur De Cuyper menirukan ucapan tegas sang ayah yang berhasil mengubah perjalanan kariernya di dunia sepak bola.
Petuah dari sang ayah terbukti membuahkan hasil manis setelah masa peminjaman di Westerlo membuka jalan baginya menembus tim utama Club Brugge hingga akhirnya dipinang Brighton. Kendati kini berstatus sebagai bintang, De Cuyper mengakui bahwa pengalaman pahit di awal kariernya sempat merusak rasa percaya diri.
"Tidak ada yang mengawasi saya. Seiring bertambahnya usia, saya semakin kurang percaya pada seberapa baik diri saya sebenarnya," lanjut sang pemain bertahan mengakhiri pengakuannya mengenai perjuangan keras menembus level tertinggi.
Artikel Tag: Brighton and Hove Albion, Maxim De Cuyper