Media Italia: Lini Pertahanan Inter Milan Tak Sekokoh di Musim Kemarin
Inter Milan
Berita Liga Italia: La Gazzetta dello Sport soroti lini pertahanan Inter Milan yang tak lagi sekokoh musim lalu, meski formasi dan sebagian besar pemain tidak mengalami perubahan.
Formasi Inter Milan tidak berubah, begitu pula sebagian besar pemainnya. Namun, La Gazzetta dello Sport mencatat angka-angkanya berbalik. Jika musim lalu lini belakang nyaris sulit ditembus, kini mereka tak lagi mampu menjaga performa yang sama.
Menurut Gazzetta, para pemain secara umum sama, kecuali kepergian Acerbi dan De Vrij yang tidak selalu starter, serta masuknya Stones dan Pavard. Trio yang paling sering dipakai, Bisseck, Akanji, dan Bastoni, juga tetap.
Filosofi taktik Cristian Chivu disebut sejalan dengan sepak bola Eropa yang kian ofensif, dengan prinsip mencetak satu gol lebih banyak dari lawan ketimbang bertahan untuk kebobolan satu gol lebih sedikit.
Inter pun menjadi mesin gol dengan 22 gol dalam 8 laga. Sorotan kini tertuju pada pertahanan yang tak lagi memberi rasa aman seperti setahun lalu.
Media yang berbasis di Milano itu menyebut persoalan itu menyangkut tim, karena bek tengah kerap berada di area lawan untuk membantu serangan sehingga ada yang dikorbankan saat transisi bertahan, tetapi juga menyangkut individu.
Sorotan itu bertambah setelah Inter kebobolan 4 gol saat kalah 3-4 dari Club Brugge di Liga Champions. Dalam 8 laga di Serie A dan Eropa, Inter telah kebobolan 14 gol, jumlah yang sama dengan yang diterima dalam 17 laga pada musim 2025-26.
Artikel Tag: liga champions, Inter Milan, Liga Italia