Kanal

Mengapa Chelsea Melepas Andrey Santos ke Manchester United?

Penulis: Fery Andriyansyah
16 Jul 2026, 16:00 WIB

Chelsea ungkap alasan jual Andrey Santos ke Manchester United. (Foto: Manchester United via Getty Images)

Berita Transfer: Andrey Santos sempat diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Chelsea. Gelandang asal Brasil itu mendapat kepercayaan dari staf pelatih dan dinilai memiliki potensi besar. Namun, hanya dalam beberapa bulan, situasinya berubah hingga akhirnya The Blues menyetujui penjualannya ke Manchester United.

Transfer senilai 50 juta poundsterling itu bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Chelsea menilai kepindahan Santos merupakan solusi terbaik bagi semua pihak, mengingat padatnya persaingan di lini tengah serta keinginan sang pemain untuk memperoleh waktu bermain yang lebih konsisten.

Lini tengah Chelsea memang dipenuhi pemain berkualitas. Moises Caicedo menjadi sosok yang tidak tergantikan, sementara Enzo Fernandez tetap menjadi pilar utama tim. Romeo Lavia juga masuk dalam persaingan, bahkan Reece James beberapa kali dimainkan di sektor tersebut. Di sisi lain, The Blues juga sempat dikaitkan dengan Granit Xhaka, yang menunjukkan klub masih ingin menambah opsi di lini tengah.

Menurut Daily Mail, Andrey Santos sendiri mengajukan pembicaraan dengan manajemen Chelsea untuk membahas masa depannya. Awalnya, pemain berusia 22 tahun itu bersedia bertahan sebagai pelapis karena memperkirakan The Blues akan memiliki jadwal padat di Liga Champions sehingga peluang bermain tetap terbuka.

Namun, rencana itu berubah setelah Chelsea gagal lolos ke kompetisi Eropa. Dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit pada musim 2026/2027, Santos menyadari kesempatan tampil reguler akan semakin berkurang. The Blues kemudian mengizinkan perwakilannya mencari klub baru tanpa membatasi tujuan transfer, termasuk ke sesama klub Premier League.

Meski dijual, Chelsea tidak pernah meragukan kualitas Santos. Di internal klub, ia tetap dinilai memiliki kemampuan mengalirkan bola dengan umpan vertikal, visi bermain yang baik, serta agresivitas saat bertahan. Mantan pelatih Enzo Maresca bahkan sempat mendukung kehadirannya sebagai opsi rotasi di lini tengah.

Akan tetapi, performanya dinilai belum cukup konsisten. Salah satu momen yang paling disorot terjadi saat menghadapi Brighton. Santos kehilangan bola setelah mendapat tekanan dari Kaoru Mitoma sehingga Trevoh Chalobah terpaksa melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah. Chelsea yang sempat unggul akhirnya kalah 1-3, dan Daily Mail melaporkan bahwa Maresca beserta staf pelatih sangat kecewa dengan kesalahan tersebut.

Sejak pertandingan itu, posisi Andrey Santos di tim utama mulai berkurang. Ia sempat kembali menjadi starter saat melawan Nottingham Forest, tetapi ditarik keluar pada babak pertama. Setelah itu, kesempatan bermainnya lebih banyak datang pada pertandingan dengan tingkat prioritas yang lebih rendah.

Pergantian pelatih sempat memberi harapan baru. Liam Rosenior, yang pernah bekerja sama dengan Santos di Strasbourg, kembali memberinya kesempatan bermain dan beberapa kali memuji kecerdasan taktis sang gelandang. Namun, situasi tersebut tidak bertahan lama. Setelah hasil imbang melawan Burnley yang kembali menyoroti kelemahan bertahan tim saat menghadapi bola mati, Santos kembali menjadi pemain pelapis dan tidak dimainkan sama sekali dalam dua pertandingan terakhir Rosenior.

Pada akhirnya, keputusan menjual Santos bukan disebabkan hilangnya kepercayaan terhadap kemampuannya. Chelsea tetap memandangnya sebagai gelandang muda bertalenta dengan prospek cerah. Namun, ketatnya persaingan di dalam skuad serta keinginan Santos untuk bermain secara reguler membuat kepindahan ke Manchester United menjadi jalan yang dianggap paling menguntungkan bagi semua pihak.

Artikel Tag: Manchester United, Chelsea, Andrey Santos

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru