Michael Carrick: Tantangan Besar di Manchester United
Michael Carrick: Tantangan Besar di Manchester United - sumber: (manchestereveningnews)
Berita Manchester United telah mengumumkan bahwa Michael Carrick akan memimpin tim sebagai manajer sementara untuk paruh kedua musim ini. Meskipun Carrick tidak dapat memenangkan trofi selama masa jabatannya, ia tetap memiliki tantangan besar di Liga Premier. Target utama United musim ini adalah kembali ke kompetisi sepak bola Eropa, dan Carrick tentu menyadari pentingnya lolos ke Liga Champions.
United saat ini berada di posisi ketujuh, hanya terpaut tiga poin dari posisi keempat, setelah sebelumnya berada di posisi keenam ketika Ruben Amorim meninggalkan klub. Carrick menghadapi tantangan berat di awal masa jabatannya dengan pertandingan perdana melawan Manchester City, yang akan diikuti dengan laga tandang ke Emirates untuk menghadapi pemimpin klasemen, Arsenal.
Pertahanan dan Mentalitas
Hanya ada tiga tim di luar zona degradasi Liga Premier yang kebobolan lebih banyak gol daripada United musim ini. Carrick harus segera memperkuat lini belakang tim. Dalam pertandingan terakhir melawan Brighton, hanya dengan dua tembakan tepat sasaran lawan mampu mencetak dua gol. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan yang lebih berpengalaman mungkin dibutuhkan, sehingga tidak mengherankan jika Carrick mengandalkan kembali pada Harry Maguire untuk mengurangi jumlah kebobolan.
Matthijs de Ligt diperkirakan akan segera kembali dari cedera punggung, dan kembalinya dia bisa menjadi dorongan besar bagi pertahanan United. Insiders dalam klub telah mempertanyakan mentalitas para pemain, dengan Darren Fletcher mengakui bahwa grup ini "rapuh". Kekurangan keyakinan dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pertandingan adalah hal yang harus diatasi Carrick.
Mendapatkan Dukungan Pemain
Amorim dikenal populer di kalangan pemain. Ketika dia pergi, beberapa pemain mengungkapkan rasa terima kasih dan dukungan mereka di media sosial. Carrick harus memenangkan hati para pemain dan membangun hubungan yang kuat, yang seharusnya tidak menjadi masalah mengingat pengalaman singkatnya sebagai pelatih sementara United pada 2021.
Carrick mendapatkan dukungan dari ruang ganti untuk mengambil pekerjaan ini. Dia dihormati karena prestasinya sebagai pemain dan pelatih di bawah Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer. Penunjukan Steve Holland ke staf kepelatihannya akan memberikan pengalaman tambahan dan hubungan yang sudah terjalin dengan pemain seperti Harry Maguire, Luke Shaw, Mason Mount, dan Kobbie Mainoo.
Mengembalikan Mainoo ke Performa Terbaik
Carrick pernah menyatakan bahwa dia melihat Mainoo lebih sebagai pemain menyerang daripada gelandang bertahan. Dengan formasi 4-2-3-1 yang diharapkan akan digunakan Carrick, Mainoo diharapkan bisa bermain di posisi yang lebih tinggi dan berkreasi di lapangan. Pada pertandingan terakhirnya melawan Brighton, Mainoo menunjukkan potensinya dengan mencatatkan lebih banyak umpan dan peluang dibandingkan pemain lainnya.
Kualifikasi Liga Champions?
Target internal United musim ini adalah kembali berkompetisi di Eropa. Namun, setelah kekalahan dari Brighton, Fletcher menegaskan bahwa fokus utama haruslah pada Liga Champions. Dengan tersingkir lebih awal dari kompetisi piala, Carrick dapat fokus sepenuhnya pada Liga Premier. Kualifikasi Liga Europa akan dianggap sebagai kesuksesan, tetapi United perlu bersaing di Liga Champions untuk alasan sepak bola dan komersial. Carrick akan mendapatkan apresiasi besar jika berhasil membawa United ke Liga Champions, meski tantangan besar menantinya dengan pertandingan melawan Manchester City dan Arsenal sebagai dua laga pertamanya.