Kanal

Paolo Maldini: Ini Mimpi Besar yang Terhenti, Sebuah Kesedihan Sesungguhnya

Penulis: Uphit Kratos
11 Agu 2026, 03:15 WIB

Paolo Maldini

Berita Liga Italia: Paolo Maldini merefleksikan kekecewaannya usai gagal menuntaskan proyek rebuild Timnas Italia. Dia bandingkan visinya dengan pengaruh Johan Cruyff.

Dalam sesi wawancara bersama Corriere della Sera, Paolo Maldini, turut menjelaskan mengapa ia tidak menginginkan Roberto Mancini ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia saat masih menjabat.

"Bayangkan saya tidak menghargai Roberto Mancini. Tapi, kami punya proyek berbeda di pikiran kami. Kami menginginkan pelatih baru yang lebih muda. Mancini dan Conte adalah dua pelatih hebat, dan ini bukan soal 'persahabatan'." ujarnya.

"Memang benar, Pirlo adalah sahabat saya. Saya juga sahabat Ancelotti. Saya juga berteman dengan Mancini dan Conte, meski dengan kedekatan berbeda.”

“Kami sudah saling mengenal selama puluhan tahun, kami pernah saling berhadapan, kami pernah bermain bersama di timnas. Saya mencapai semifinal Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia di Italia 1990 bersama Mancini.”

“Bersama Conte, kami mencapai final Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 2000. Tapi saya tidak memilih orang karena mereka teman saya. Saya memilih orang yang paling sesuai dengan proyek saat itu."

"Saya punya kekhawatiran yang akan saya bawa terus dalam diri saya. Saya mengambil komitmen besar, yang menjadi mimpi saya, untuk melakukan sesuatu bagi generasi mendatang dan membangun tim Italia yang kompetitif.”

“Ini mimpi besar, tapi terhenti, juga bagi banyak orang yang bersedia bekerja bersama saya. Kalian tahu apa yang Guardiola sampaikan panjang lebar kepada kami? Soal dampak yang diberikan Johan Cruyff terhadap sepak bola Spanyol.

Artikel Tag: Timnas Italia, FIGC, Paolo Maldini

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru