Pelatih Senegal Pape Thiaw Dihukum Lima Laga Usai Insiden Final AFCON
Pelatih Senegal, Pape Thiaw. (Foto: Gabriel Bouys/AFP via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, dijatuhi larangan mendampingi tim selama lima pertandingan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyusul insiden kontroversial di final Piala Afrika (AFCON) melawan Maroko.
Kekacauan terjadi pada laga final yang digelar 18 Januari di Rabat, ketika Maroko mendapat hadiah penalti pada masa injury time. Pape Thiaw memerintahkan para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit tersebut. Akibatnya, pertandingan sempat tertunda selama sekitar 17 menit sebelum Senegal kembali ke lapangan.
Setelah laga dilanjutkan, kiper Senegal Edouard Mendy berhasil menggagalkan eksekusi penalti Brahim Diaz yang dilakukan dengan gaya Panenka. Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak tambahan waktu, di mana Pape Gueye mencetak gol penentu kemenangan dan memastikan Senegal keluar sebagai juara.
Dalam pernyataan resminya, CAF menegaskan: “Komite Disiplin CAF memutuskan untuk menjatuhkan sanksi larangan lima pertandingan resmi CAF kepada Pape Bouna Thiaw atas perilaku tidak sportif yang melanggar prinsip fair play dan integritas, serta mencoreng nama baik sepak bola.”
Selain Thiaw, dua penyerang Senegal, Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr, masing-masing dijatuhi larangan dua pertandingan karena “perilaku tidak sportif terhadap wasit”. Thiaw juga dikenai denda sebesar 100.000 dolar AS.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) turut mendapat hukuman denda sebesar 600.000 dolar AS akibat “perilaku tidak sportif pemain dan staf teknis” serta “tindakan tidak pantas para pendukung”.
Dari kubu Maroko, penyerang Ismael Saibari dijatuhi larangan tiga pertandingan, sementara bek Achraf Hakimi mendapat hukuman dua laga, dengan satu pertandingan bersifat skorsing bersyarat. CAF juga menolak protes resmi Maroko yang menuding Senegal melakukan pelanggaran regulasi CAF selama pertandingan final tersebut.
Artikel Tag: Timnas Senegal, Timnas Maroko, Piala Afrika 2025