Kanal

Pemerintah Australia Beri Suaka kepada Lima Pemain Tim Nasional Putri Iran

Penulis: Hanif Rusli
10 Mar 2026, 18:42 WIB

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke (tengah) berpose dengan lima pemain putri Iran yang mendapatkan suaka dari negaranya. (Foto: AP)

Pemerintah Australia memberikan suaka kepada lima anggota tim nasional sepak bola wanita Iran yang berada di negara tersebut untuk mengikuti turnamen ketika konflik bersenjata di Iran pecah pada akhir Februari.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan pada Selasa (9/3) bahwa para pemain tersebut secara resmi mengajukan permohonan suaka setelah situasi keamanan di negara asal mereka memburuk.

Polisi membawa kelima pemain dari hotel mereka di Gold Coast ke lokasi aman pada Selasa pagi sebelum proses pemberian visa kemanusiaan diselesaikan.

Mereka kemudian bertemu dengan Burke di Brisbane untuk menuntaskan proses administrasi.

“Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya keputusan yang harus diambil oleh masing-masing dari mereka, tetapi tadi malam ada perasaan lega dan bahagia,” kata Burke kepada wartawan.

Menurutnya, para pemain menyatakan tidak ingin dipandang sebagai aktivis politik, melainkan atlet yang sedang menghadapi situasi sulit.

Tim sepak bola wanita Iran tiba di Australia bulan lalu untuk mengikuti AFC Women's Asian Cup, sebelum perang di Iran dimulai pada 28 Februari.

Setelah tersingkir dari turnamen pada akhir pekan, mereka menghadapi kemungkinan kembali ke negara yang tengah dilanda konflik.

Burke mengatakan tawaran suaka sebenarnya diberikan kepada seluruh anggota tim, termasuk staf pelatih. Daftar resmi skuad mencantumkan 26 pemain serta pelatih kepala Marziyeh Jafari.

Situasi tim Iran menjadi perhatian luas di Australia, terutama setelah para pemain tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pembuka melawan Korea Selatan.

Sikap tersebut memicu spekulasi publik, meskipun tim kemudian menyanyikan lagu kebangsaan pada dua pertandingan berikutnya.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan masyarakat Australia tersentuh oleh situasi yang dihadapi para pemain.

“Mereka aman di sini dan seharusnya merasa seperti di rumah,” kata Albanese.

Pengumuman pemberian suaka juga muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Australia untuk membantu para pemain jika mereka ingin tetap tinggal di luar Iran.

Di sisi lain, federasi sepak bola Iran mengkritik pernyataan Trump dan menilai komentar tersebut sebagai campur tangan politik dalam sepak bola.

Sementara itu, masa depan anggota tim lainnya masih belum jelas. Beberapa demonstran sempat berkumpul di luar hotel tim di Gold Coast dan mencoba menghalangi bus yang diyakini membawa sebagian pemain meninggalkan lokasi.

Para demonstran meneriakkan slogan seperti “Save our girls” dan meminta tindakan lebih lanjut untuk melindungi para atlet tersebut.

Artikel Tag: Australia, Iran

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru