Kanal

Persib Haram Merasa Cepat Puas Usai Jadi Juara Paruh Musim

Penulis: M. Aldi
19 Jan 2026, 21:40 WIB

Mantan Pemain dan Legenda Persib Bandung, Yudi Guntara saat diwawancara di Lapangan Pusdikpom. Cimahi

Berita Super League Indonesia: Keberhasilan Persib menutup putaran pertama sebagai di puncak klasemen tidak boleh dirayakan berlebihan. Tantangan merawat posisi untuk tidak disusul pesaing dipastikan lebih berat di paruh kedua nanti.

Eks pemain sekaligus legenda Persib, Yudi Guntara mengingatkan tim supaya tetap fokus. Sebab ancaman klub-klub lain di papan atas begitu berbahaya dan jarak poin satu sama lain begitu tipis.

Konsistensi permainan harus bisa diperlihatkan tim dalam putaran kedua Super League 2025/2026. Apalagi tim lain juga sudah bersolek di paruh musim dengan melakukan penguatan dengan merekrut amunisi baru.

"Putaran pertama ya di puncak, tetapi kan masih ada di putaran kedua. Pesaing-pesaingnya kan sekarang kita tahu sendiri masih ada Borneo, kemudian juga Persija, kemudian juga sekarang Malut mengintai," ujar Yudi Guntara ketika ditemui di Bandung, Senin (19/1).

Untuk bisa menjaga konsistensi, dia berharap para pemain Maung Bandung bisa dalam kondisi fit dalam menatap putaran kedua. Karena dengan begitu, pelatih tidak perlu sulit melakukan bongkar pasang pemain dalam memberlakukan rotasi.

"Nah ini juga kalau dari saya pribadi, kita itu jangan sampai terjadi lagi adanya masalah, seperti ada cederanya pemain. Tetapi selama saya ngikutin sekarang di ACL-2 yang sudah masuk fase 16 besar, rotasinya sangat bagus kalau menurut saya," jelas dia.

Pemain Persib di era 90-an ini menyebut bahwa tim yang menjadi pesaing terkuat menjadi juara musim 2025/2026 adalah Persija. Dia mengamini penilaian Bojan Hodak yang menganggap Macan Kemayoran jadi ancaman paling berat.

"Saya (pesaing terkuat) Persija. Kan Bojan pernah bilang. Saya baca di medsos, waktu mau main lawan Borneo kan, dia bilang tidakbegitu mengerikan lah lawan Borneo. Dan terbukti kan kemarin, itu Souza pelatih Persija memang pinter. Tetapi Bojan lebih pinter lagi, lebih cerdik lagi kalau menurut saya," kata dia.

Namun Yudi Guntara juga melihat Persib punya sosok Bojan Hodak sebagai pelatih kepala yang cerdik. Di laga kontra Persija pekan lalu, dirinya bisa meramu kekuatan agar menang, meski kalah dalam panguasaan bola.

"Tapi kan Bojan juga saya bilang dia lebih pintar, lebih cerdik kan. Bukan semana-mana kitanya parkir bus aja. Engga. Itu kan ada taktiknya juga menurut saya," tutup gelandang yang menjadi bagian dari skuat Persib saat menjuarai Liga Indonesia I 1994/1995 ini.

Artikel Tag: Persib, Yudi Guntara, Persija

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru