Pierre Sage Bahas Masa Depan Jean-Philippe Mateta dan Ismaila Sarr
Pierre Sage tegaskan Jean-Philippe Mateta dan Ismaila Sarr kemungkinan bertahan di Crsytal Palace. (Foto: Sebastian Frej/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Pierre Sage tidak memperkirakan Jean-Philippe Mateta atau Ismaila Sarr meninggalkan Crystal Palace sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Pernyataan tersebut disampaikan ketika masa depan kedua pemain menjadi perhatian menjelang deadline, terutama Mateta yang sebelumnya terlibat perselisihan mengenai kontraknya dan telah dikaitkan dengan sejumlah klub sepanjang beberapa bulan terakhir.
Masa depan Mateta memang menjadi salah satu persoalan yang belum sepenuhnya selesai di Crystal Palace. Evening Standard sebelumnya melaporkan bahwa penyerang Prancis itu membawa klub ke pengadilan untuk menggugat validitas perpanjangan kontrak selama satu tahun yang diaktifkan Palace pada 2024. Tribunal Premier League kemudian memutuskan bahwa Mateta tetap terikat untuk menghormati kontraknya.
Jean-Philippe Mateta juga sempat hampir pindah ke AC Milan pada Januari lalu. Namun, kepindahan tersebut batal setelah ia gagal melewati pemeriksaan medis karena masalah lutut yang sudah ada sebelumnya. Pada pekan ini, Aston Villa juga mengajukan tawaran untuk mendapatkan jasanya, tetapi Palace memilih menolak proposal tersebut dan mempertahankan salah satu pemain penting dalam skuad mereka.
Terlepas dari situasi tersebut, Mateta tetap dipercaya Sage sebagai starter ketika Crystal Palace menjalani pertandingan pembuka Premier League melawan Everton. Ia bermain selama lebih dari satu jam dalam kekalahan 0-2 di Hill Dickinson Stadium. Keputusan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa Palace masih mengandalkan sang penyerang meskipun persoalan kontraknya belum sepenuhnya mereda.
"Saya berbicara dengannya setiap hari dan di hadapan saya, dia adalah seseorang yang ceria, bahagia berada di sini. Dia memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap sesi. Saya tidak melihat pemain yang memiliki masalah dengan klub atau kami, itulah mengapa dia menjadi starter pada pertandingan terakhir," kata Pierre Sage kepada wartawan.
Sage menilai persoalan yang dihadapi Jean-Philippe Mateta lebih berkaitan dengan urusan kontrak daripada komitmennya sebagai pemain. Menurutnya, Mateta tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan motivasi atau sengaja mengurangi usahanya di lapangan. Sang manajer bahkan menilai perilaku sang penyerang menunjukkan bahwa ia masih ingin menjadi bagian dari Palace sepanjang musim ini.
"Kalau kami memiliki masalah dengannya, dia tidak akan menjadi starter. Sekarang ini hanya masalah yang akan diselesaikan. Mungkin masalahnya dengan sang pribadi, tetapi bukan dengan pemainnya. Saya pikir dia akan bertahan. Perilakunya menunjukkan seseorang yang senang berada di sini, ingin berada di sini, dan siap berada di sini sepanjang musim," ujar Sage.
Sage juga memberikan pujian khusus terhadap sikap Jean-Philippe Mateta yang menurutnya tetap menempatkan sepak bola sebagai prioritas. Sang manajer menilai kecintaan terhadap permainan membuat penyerang berusia 29 tahun tersebut tetap memberikan usaha maksimal meskipun situasi kontraknya sedang menjadi sorotan. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fisik Mateta belum sepenuhnya ideal setelah baru berlatih selama dua pekan.
"Dia lebih memilih sepak bola daripada kontraknya. Ketika Anda mencintai sepak bola, Anda bermain. Dia pemain yang luar biasa. Dia baru berlatih selama dua pekan, jadi belum sempurna. Kalau dia sempurna, dia akan bermain setiap pertandingan dan mencetak 10 gol, tetapi tidak ada pemain yang seperti itu," kata Sage.
Sage kemudian mengambil sikap serupa ketika ditanya mengenai Ismaila Sarr. Winger asal Senegal tersebut dikaitkan dengan minat Liverpool dan Galatasaray, tetapi sang manajer tidak melihat indikasi bahwa pemain tersebut sedang mempersiapkan kepindahan. Sarr justru absen dalam pertandingan melawan Everton karena mengalami masalah pada bagian pangkal paha dan saat ini menjalani latihan secara individual.
"Ketika Anda masih memiliki kontrak tiga tahun, tidak mudah untuk pergi. Ismaila Sarr menjalani latihan individu karena dia benar-benar kesakitan dengan masalah pangkal pahanya. Kami sedang mempersiapkannya dan dia membutuhkan waktu. Saya pikir pemulihannya akan lebih cepat, tetapi saya bukan dokter," jelas Pierre Sage.
Pierre Sage menegaskan fokus Crystal Palace saat ini adalah membantu Ismaila Sarr memulihkan kondisinya hingga siap kembali berlatih bersama skuad utama. Dengan kontrak yang masih tersisa tiga tahun, The Eagles berada dalam posisi kuat untuk menentukan masa depannya. Karena itu, ketertarikan dari klub lain belum tentu berujung pada kepindahan sebelum deadline transfer.
Situasi Mateta dan Sarr menunjukkan bahwa Crystal Palace masih menghadapi beberapa persoalan menjelang penutupan bursa transfer. Namun, dari pernyataan Sage, tidak ada indikasi kuat bahwa keduanya sedang menuju pintu keluar Selhurst Park. Sang manajer justru berharap kedua pemain tetap menjadi bagian dari rencananya ketika Palace berusaha bangkit setelah kekalahan pada pertandingan pembuka Premier League.
Jelang Crystal Palace vs Manchester City di Premier League, Ini 5 Fakta Menarik yang Bisa Disimak
Artikel Tag: Liverpool, Crystal Palace, Ismaila Sarr, Jean-Philippe Mateta, Pierre Sage