Pierre Sage Pasrah soal Masa Depan Usai Crystal Palace Ditekuk Tottenham
Manajer Crystal Palace, Pierre Sage, pasrah soal masa depannya usai kalah dari Tottenham. (Foto: Julian Finney/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Manajer Crystal Palace, Pierre Sage, mengimbau seluruh pendukung The Eagles untuk tetap menaruh kepercayaan kepadanya di tengah rentetan hasil buruk yang menimpa tim. Meski demikian, pelatih asal Prancis tersebut secara terbuka mengakui bahwa kelanjutan masa depannya di kursi kepelatihan sama sekali berada di luar kendalinya usai dipaksa menyerah dengan skor 0-2 dari Tottenham Hotspur pada laga lanjutan Premier League di Tottenham Hotspur Stadium.
Crystal Palace harus rela pulang tanpa poin setelah gol dari Archie Gray dan Jan Paul van Hecke memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah. Tottenham sukses memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah penyerang andalan Palace, Jean-Philippe Mateta, dijatuhi kartu merah oleh wasit pada awal pertandingan. Hasil negatif ini makin memperbesar tekanan pada pundak Sage lantaran klub kini makin terperosok di zona degradasi setelah hanya mampu memetik satu kemenangan dari sembilan laga awal liga.
Pemilik klub, Steve Parish, dilaporkan hadir langsung di tribun penonton untuk menyaksikan kekalahan tersebut. Menurut laporan Standard Sport, Parish bahkan sempat mendatangi ruang ganti tim untuk berbicara secara khusus dengan Sage usai mereka ditundukkan Newcastle United dengan skor 0-2 pada pekan sebelumnya. Ancaman jerat degradasi menuju kasta Championship diakui Sage akan menjadi bencana besar bagi klub.
"Ya, degradasi adalah bencana bagi setiap klub di Premier League dan terutama karena saya harus membicarakan klub saya sendiri. Anda tahu saya tidak nyaman dengan situasi di tangga klasemen saat ini, tetapi ini adalah konsekuensi dari apa yang tampil buruk di atas lapangan. Satu-satunya aksi saya adalah pada tim dan di lapangan. Itu sebabnya saya bisa berbicara mengenai situasi klub dan posisi saya," ujar Pierre Sage seusai pertandingan.
Ketika ditanya mengenai posisi Crystal Palace yang kian memprihatinkan di papan bawah, Pierre Sage merespons dengan nada penuh ketegasan namun tetap realistis terkait nasib pekerjaannya. Mantan juru taktik Lyon tersebut menegaskan tekadnya untuk terus berjuang keras memperbaiki performa tim selama manajemen masih memberikan kesempatan padanya.
"Saya sangat menyadari situasi ini dan saya tidak menyukainya. Namun Anda bisa percaya kepada saya, saya tidak akan pernah menyerah. Saya ingin menjadi orang pertama yang berada di lapangan latihan pada hari Senin. Saya memiliki gairah besar untuk melatih lebih giat lagi. Bukan kapasitas saya untuk memutuskan hal ini mengenai masa depan saya. Jika saya memiliki waktu satu jam, saya akan memberikan yang terbaik selama satu jam. Jika saya memiliki waktu ten tahun, saya akan memberikan yang terbaik selama sepuluh tahun," tegas Sage.
Sage juga menyayangkan penampilan anak asuhnya yang terkesan terlalu pasif dan membiarkan lawan leluasa mendominasi jalannya laga. Sang manajer berjanji akan memimpin evaluasi total pada sesi latihan awal pekan guna membenahi skema permainan anak asuhnya agar mampu tampil lebih berani dan efektif saat menguasai bola di pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Saya tidak suka ketika kami memberikan inisiatif permainan terlalu banyak kepada lawan. Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat dari tim lawan dan saya menyukai gaya permainan seperti itu. Saya tahu kami bukan tim yang sama, tetapi kami mampu melakukan banyak hal dengan bola dan kami harus meningkatkan aspek tersebut. Saya akan memberikan sesi latihan terbaik yang bisa saya lakukan pada hari Senin karena pertandingan yang saya lihat tidak sesuai dengan keyakinan saya," tutur Sage mengakhiri pembicaraannya.
Artikel Tag: Crystal Palace, Premier League, Pierre Sage