Kanal

Prestianni Tegaskan Tidak Bersalah dalam Tuduhan Rasisme

Penulis: Zulaikha Megantara
02 Apr 2026, 16:36 WIB

Prestianni Tegaskan Tidak Bersalah dalam Tuduhan Rasisme - sumber: (footballespana)

Berita Liga Spanyol kembali menjadi sorotan, kali ini terkait insiden yang melibatkan pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni. Pemain asal Argentina tersebut dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior saat laga Liga Champions, dengan tuduhan bahwa ia menggunakan hinaan rasial ‘monyet’. Namun, Prestianni bersikeras bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan mengatakan bahwa hinaannya bersifat homofobik, bukan rasial. Meskipun demikian, UEFA telah menjatuhkan larangan sementara sementara mereka menyelidiki insiden tersebut.

Dalam wawancara dengan Telefe di Argentina, Prestianni menyatakan bahwa dirinya dihukum atas tuduhan yang tidak ia lakukan. "Saya dihukum untuk sesuatu yang tidak saya katakan," tegas Prestianni, yang merasa dukungan dari klub dan rekan-rekan setim sangat berarti baginya. "Rekan-rekan setim mendukung saya di balik layar, dan itu jauh lebih berarti daripada sekadar dukungan di media sosial," tambahnya.

Prestianni juga mengungkapkan rasa sakitnya karena tidak bisa bermain di leg kedua pertandingan tersebut. "Tidak bermain di leg kedua sangat menyakitkan bagi saya. Saya dihukum tanpa adanya bukti," jelasnya. Dia menyatakan rasa terima kasihnya kepada tim dan staf pelatih Benfica yang terus mendukungnya hingga saat-saat terakhir.

Situasi semakin pelik ketika Prestianni justru dituduh homofobia. Ia mengklaim bahwa hinaan homofobik adalah hal biasa di Argentina dan tidak melihatnya sebagai masalah besar. "Di Argentina, hinaan seperti ‘maricon’ atau ‘cagón’ adalah hal yang lumrah. Itu bukan masalah bagi kami," katanya.

Sementara itu, bintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, mendukung klaim Vinicius, menyatakan bahwa ia mendengar langsung hinaan tersebut selama pertandingan. Meskipun Prestianni merasa lebih tersinggung dengan tuduhan rasial dibandingkan homofobik, ia tetap tenang dan tidak ingin bereaksi lebih jauh. "Mbappe menyebut saya rasis? Itu adalah bentuk hinaan, dan saya tidak pernah seperti itu," tegas Prestianni.

Hingga kini, penyelidikan UEFA masih berlangsung, dan Prestianni terancam hukuman larangan bermain sepuluh pertandingan jika terbukti bersalah menggunakan bahasa diskriminatif. Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menantang UEFA untuk membuktikan komitmen mereka terhadap kampanye anti-rasisme dengan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan tuduhan yang ada.

Artikel Tag: Gianluca Prestianni

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru