PSIM Jogja Dipastikan Tanpa Fahreza Sudin Untuk 3 Laga Ke Depan
Fahreza Sudin harus absen memperkuat PSIM Jogja di tiga laga/foto dok PSIM Jogja
Berita Super League: PSIM Jogja harus menerima kabar kurang sedap di tengah ketatnya persaingan Super League musim 2025/2026. Gelandang andalan Fahreza Sudin, dipastikan absen membela Laskar Mataram dalam tiga pertandingan mendatang akibat sanksi disiplin yang diterimanya pasca-insiden kartu merah saat laga tandang melawan Semen Padang FC (4/3/2026) lalu.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna mengonfirmasi bahwa hukuman tersebut terdiri dari sanksi otomatis satu laga ditambah hukuman tambahan dari Komite Disiplin. Kehilangan pemain pilar asal Ternate ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas lini tengah tim dalam menghadapi jadwal krusial.
“Fahreza dipastikan absen dalam 3 pertandingan. Selain sanksi otomatis 1 pertandingan karena kartu merah saat melawan Padang, ia mendapatkan tambahan sanksi larangan bermain di 2 laga dari Komite Disiplin,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi klub.
Absennya Fahreza Sudin meliputi laga kontra Persijap Jepara, Dewa United FC, hingga duel melawan PSM Makassar.
“Artinya, ia baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar," katanya.
Meski merasa sanksi tambahan dua laga patut dipertanyakan, manajemen tetap menghormati regulasi yang berlaku di Super League musim 2025/2026. Pihak klub menilai pelanggaran tersebut memang berisiko, namun kehilangan pemain reguler di saat seperti ini tentu sangat terasa.
“Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan keputusan kartu merah tersebut karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Terkait tambahan sanksi dua pertandingan dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakannya,” ungkap Razzi.
Walau berat, situasi ini dipandang sebagai kesempatan bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitas mereka di lapangan. Manajemen PSIM Jogja yakin bahwa kedalaman skuad yang ada mampu menambal lubang yang ditinggalkan Fahreza Sudin.
“Mengutip penyampaian tim pelatih, Coach Jean-Paul Van Gastel, situasi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain, ini adalah kesempatan bagus bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri,” tutur Razzi.
Kepercayaan diri manajemen tetap tinggi karena iklim kompetisi internal yang sehat.
"Semua pemain bersaing secara sehat untuk bisa tampil dan mereka semua siap apabila ditunjuk oleh pelatih sewaktu-waktu,” pungkas Razzi.
Artikel Tag: Super League