Regis Le Bris Minta Sunderland Tampil Lebih Tenang Usai Dihajar Brighton
Regis Le Bris menilai ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi kunci evaluasi Sunderland usai takluk 0-2 dari Brighton di Stadium of Light. (Foto: Stu Forster/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Pelatih kepala Sunderland, Regis Le Bris, menegaskan bahwa timnya harus bermain dengan ketenangan yang lebih baik usai menelan kekalahan mengecewakan dari Brighton and Hove Albion di Stadium of Light pada Sabtu (10/10) lalu. Le Bris menilai kurangnya ketenangan di sepertiga akhir lapangan membuat anak asuhnya gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain.
The Black Cats sejatinya mampu memberikan perlawanan sengit di babak pertama sebelum akhirnya tertinggal di awal babak kedua. Sunderland mendapatkan keuntungan besar saat pemain Brighton, Pascal Struijk, diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Wilson Isidor. Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Sunderland hingga akhirnya kebobolan gol kedua di masa injury time.
Regis Le Bris menilai faktor minimnya pengalaman skuad mudanya menjadi penyebab utama kegagalan mengeksekusi peluang pada 30 menit terakhir pertandingan. Ia menekankan bahwa aspek pengambilan keputusan dan ketenangan merupakan kemampuan paling krusial di kasta tertinggi Premier League.
"Kami berada di sepertiga akhir lapangan, bukan berarti kami menciptakan peluang tetapi itu tepat sebelumnya. Jadi ketika Anda menembus pertahanan lawan dan memiliki pemain di dalam kotak penalti, ini hanya masalah ketenangan. Ketenangan mungkin merupakan keterampilan paling penting di level ini," kata Le Bris.
"Untuk memperlambat tempo sedikit, menunggu sebentar, mengambil satu sentuhan lagi. Jadi ini adalah pengambilan keputusan, dan kami tidak cukup efisien," ujar Le Bris menambahkan saat mengevaluasi jalannya pertandingan.
Dalam laga tersebut, Le Bris juga mempertahankan keputusan taktisnya yang menarik keluar pemain kreatif Enzo Le Fee untuk memasukkan dua pemain muda minim pengalaman, Jocelin Ta Bi dan Juan Riquelme Angulo. Keputusan tersebut diambil lantaran ia ingin menerapkan skema dua penyerang serta memaksimalkan pemain yang unggul dalam situasi satu lawan satu di area sayap.
Sunderland juga tampak kesulitan akibat absennya bomber utama Brian Brobbey yang menderita cedera hamstring saat membela tim nasional. Kendati demikian, Le Bris mengaku cukup puas dengan kerja keras serta mentalitas Wilson Isidor yang dipercaya mengisi lini depan selama Brobbey absen.
"Dia bekerja keras dan ini adalah fondasi pertama untuk menjadi efisien di liga ini. Saya mengapresiasi pola pikirnya. Dia bekerja keras hingga akhir. Setelah itu, ini adalah sebuah proses," tutur Le Bris mengakhiri.
Artikel Tag: Premier League, Sunderland, Brighton and Hove Albion, Regis Le Bris