Richards Puji Dampak Liam Delap, Jadi Titik Balik Chelsea Lawan Man City
Striker Chelsea, Liam Delap. (Foto: Marc Atkins/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Micah Richards memberikan pujian tinggi kepada Liam Delap usai Chelsea menahan imbang Manchester City 1-1 di Etihad Stadium, Senin (5/1/2026) lalu. Ia menilai kehadiran Delap sebagai pemain pengganti menjadi momen krusial yang mengubah arah pertandingan.
Manchester City sempat terlihat akan kembali ke jalur kemenangan setelah Tijjani Reijnders membuka keunggulan pada menit ke-42. Tembakan gelandang asal Belanda itu menaklukkan Filip Jorgensen di tiang dekat, membuat tuan rumah unggul hingga memasuki masa injury time.
Namun, Chelsea menunjukkan mentalitas kuat meski masih berada dalam situasi transisi usai kepergian Enzo Maresca tiga hari sebelumnya. Tim yang dipimpin pelatih U-21, Calum McFarlane, mampu menyamakan kedudukan lewat Enzo Fernandez pada menit keempat tambahan waktu. Gelandang Argentina itu mencetak gol dari jarak dekat untuk mengamankan satu poin berharga.
Penampilan Chelsea menuai banyak pujian, terutama terkait semangat juang dan kebersamaan tim. Dalam analisisnya di podcast The Rest Is Football, Micah Richards secara khusus menyoroti keberanian McFarlane dalam mengubah pendekatan permainan pada babak kedua.
“Di babak pertama, McFarlane ingin memenangkan pertandingan. Chelsea bisa saja dipermalukan di Etihad, apalagi dengan Erling Haaland di depan,” kata Richards. “Tapi keyakinannya untuk tetap menyerang menunjukkan karakter pelatih dan skuad Chelsea. Tidak peduli siapa manajernya, mereka tetap berani.”
Perubahan paling signifikan, menurut Micah Richards, terjadi saat Liam Delap masuk menggantikan Joao Pedro selepas satu jam pertandingan. Sejak itu, Chelsea terlihat lebih berbahaya.
“City menciptakan peluang, tapi gagal memaksimalkannya. Haaland membentur tiang, Foden biasanya mencetak gol dari situasi seperti itu,” ujar Richards. “Namun titik baliknya adalah Liam Delap. Lari-larinya ke belakang lini pertahanan membuat City tertekan dan ragu.”
Tekanan tersebut memberi ruang bagi Cole Palmer untuk bergerak lebih sentral dan memengaruhi permainan. Chelsea pun mendapatkan kepercayaan diri yang akhirnya berbuah gol penyeimbang.
Meski memuji perkembangan The Blues, Richards menilai ekspektasi juara liga dalam waktu dekat masih terlalu tinggi. Ia memperkirakan target realistis klub adalah finis empat besar dan bersaing kuat di kompetisi Eropa.
“Fans ingin menantang gelar dan memenangkan trofi, tapi dengan skuad yang ada, Chelsea lebih realistis bersaing di Liga Champions dan turnamen seperti Piala Dunia Antarklub atau Conference League,” tutup Richards.
Artikel Tag: Liam Delap, micah richards, Chelsea, Manchester City, Premier League