Sarri Sesalkan Dukungan Penonton, Lazio Gagal Raih Kemenangan di Semifinal
Sarri Sesalkan Dukungan Penonton, Lazio Gagal Raih Kemenangan di Semifinal - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Semangat Maurizio Sarri yang Tak Padam Meski Lazio Tertahan Atalanta
Dalam laga yang berlangsung di Stadio Olimpico yang nyaris kosong, Lazio harus puas berbagi angka dengan Atalanta setelah bermain imbang 2-2 di leg pertama semifinal Coppa Italia. Maurizio Sarri, pelatih kepala Lazio, menyatakan bahwa dukungan langsung dari para penggemar di dalam stadion dapat membuat perbedaan besar bagi timnya.
Biancocelesti telah menunjukkan performa impresif dengan dua kali memimpin. Gol dari Fisayo Dele-Bashiru dan Boulaye Dia yang memanfaatkan kesalahan Mario Pasalic sempat membuat Lazio unggul. Namun, Atalanta dengan cepat membalas melalui gol Pasalic dan tembakan akhir Yunus Musah, menggagalkan kemenangan Lazio.
Sarri mengungkapkan kepuasannya terhadap penampilan tim, tetapi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil akhir. "Kami bermain di level tinggi melawan tim kuat dalam periode yang sulit," ujarnya kepada Sport Mediaset. Meski demikian, ia menambahkan bahwa pertandingan di Bergamo nanti akan menjadi pertarungan yang sengit, meskipun Lazio datang dengan keunggulan satu gol.
Pertarungan hidup mati akan berlangsung di Bergamo pada 21 atau 22 April, di mana pemenangnya akan menghadapi Inter atau Como di final Coppa Italia. Sarri optimis, "Jika kami bermain seperti malam ini, kami bisa melakukannya."
Atmosfer di Olimpico terasa surreal dengan hanya sekitar 5.000 penonton yang hadir, sementara mayoritas suporter Lazio memilih berdemo di luar stadion. Meskipun demikian, suara mereka tetap terdengar, memberikan dukungan dengan nyanyian dan kembang api.
Sarri juga menyoroti tantangan yang dihadapi timnya sepanjang musim ini, terutama absennya banyak pemain kunci akibat cedera. "Kami harus konsisten di tengah kondisi yang serba sulit. Semoga di akhir musim ini, kami bisa menjaga kebugaran para pemain," harapnya.
Protes yang dilayangkan kepada Presiden Claudio Lotito terus berlanjut dan mempengaruhi situasi tim. Sarri menyesalkan situasi ini, "Seandainya ada 45.000 suporter di tribun, mungkin hasilnya bisa berbeda."
Dalam pertandingan tersebut, Daniel Maldini berperan sebagai False 9, bergerak lebih dalam untuk menciptakan peluang, termasuk memberikan assist untuk gol Dele-Bashiru. Sarri menyoroti kemampuan Dele-Bashiru yang mengesankan, "Dia bisa berlari hingga 35km/jam, memberikan ancaman serius bagi lawan."
Sarri menegaskan bahwa timnya perlu lebih seimbang dan konsisten, terutama dalam mencetak gol. Kekurangan striker yang bisa diandalkan menjadi salah satu kendala utama bagi Lazio musim ini. "Kami membutuhkan penyerang yang bisa menjamin lebih banyak gol," tutupnya dengan penuh harapan.
Artikel Tag: Maurizio Sarri, Lazio