Kanal

Sean Dyche Akui Kekecewaan Fans Usai Forest Tumbang dari Braga

Penulis: Fery Andriyansyah
23 Jan 2026, 22:30 WIB

Manajer Nottingham Forest, Sean Dyche. (Foto: Diogo Cardoso/Getty Images)

Berita Liga Europa: Sean Dyche tak menutupi rasa frustrasinya usai Nottingham Forest mendapat cemoohan dari para pendukung sendiri setelah kalah 0-1 dari Braga di ajang Liga Europa. Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi ambisi Forest untuk lolos otomatis ke fase gugur kompetisi Eropa itu.

Bermain di Portugal, Jumat (23/1) dini hari WIB, Forest tampil kurang meyakinkan. Petaka datang sangat cepat ketika Ryan Yates mencetak gol bunuh diri hanya 54 detik setelah Morgan Gibbs-White gagal mengeksekusi penalti. Momen itu menjadi titik balik yang tak mampu diperbaiki The Tricky Trees hingga laga berakhir.

Sekitar 2.000 pendukung Nottingham Forest yang hadir di stadion meluapkan kekecewaan mereka. Sorakan terdengar sejak turun minum dan kembali menggema di berbagai momen babak kedua. Usai peluit panjang, Sean Dyche dan anak asuhnya kembali mendapat reaksi keras dari tribun tamu.

Menanggapi hal tersebut, Sean Dyche mengaku memahami sepenuhnya perasaan para suporter. “Tentu saja mereka frustrasi. Saya yakin akan hal itu. Mereka ingin tim ini tampil baik di kompetisi ini,” ujar Dyche.

Meski demikian, pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa Nottingham Forest saat ini harus membagi fokus antara Liga Europa dan Premier League. Menurutnya, liga domestik tetap menjadi prioritas utama karena kekuatan dan dampaknya bagi klub.

“Kami ingin tampil baik di sini, tetapi kami menjalani dua kompetisi sekaligus dan gambaran besarnya tetap Premier League. Namun, ini juga kompetisi besar yang sudah lama dinantikan klub,” katanya.

Dyche juga menyoroti performa timnya yang kali ini terasa datar, berbeda dengan laga-laga Eropa sebelumnya. “Ini membuat saya frustrasi karena di pertandingan Liga Europa lain kami melakukan rotasi dan hasilnya satu imbang serta tiga kemenangan. Bahkan laga imbang itu seharusnya bisa kami menangkan,” ucapnya.

Ia menilai Forest kehilangan energi dan percikan permainan yang sebelumnya terlihat. “Penampilan kali ini terlalu lambat dan metodis. Tidak ada alasan lain selain itu. Ini hanya satu menit kegilaan,” tambah Dyche, merujuk pada rangkaian penalti gagal dan gol bunuh diri.

Dyche yakin jalannya pertandingan akan sangat berbeda andai penalti Gibbs-White berbuah gol. “Jika penalti itu masuk, semuanya akan berubah. Tapi faktanya tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dyche meminta publik memahami bahwa Forest masih dalam proses. Ia menegaskan tak ada solusi instan untuk mengangkat performa tim. “Saya paham ekspektasi musim ini sangat tinggi. Saya sudah tinggal di area ini bahkan sebelum menjadi manajer. Rasa frustrasi itu sudah ada lama, terlepas dari pergantian manajer dan pemain,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dyche menekankan pentingnya membangun kekuatan tim secara kolektif, bukan hanya mengandalkan sebelas pemain inti. “Ini akan butuh waktu. Kami tidak punya debu ajaib. Kami bekerja setiap hari dengan para pemain untuk membentuk satu unit besar. Itu penting karena padatnya jadwal. Ini bukan hanya soal XI di Premier League, tetapi seluruh skuad,” pungkasnya.

Artikel Tag: Sean Dyche, Nottingham Forest, Braga, Liga Europa

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru