Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Drama VAR dan Penalti Gagal Maroko
Senegal raih gelar Piala Afrika 2025. (Foto: Sebastien Bozon/AFP via Getty Images)
Berita Piala Afrika: Senegal memastikan gelar Piala Afrika (AFCON) kedua mereka setelah menundukkan Maroko dalam partai final yang sarat drama dan kontroversi pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Gol penentu kemenangan dicetak Pape Gueye pada awal babak tambahan waktu. Namun, jalannya laga sebelum momen tersebut justru menjadi sorotan utama dan berpotensi membayangi kualitas turnamen AFCON yang sejatinya berlangsung sangat kompetitif.
Kontroversi terjadi di menit terakhir masa tambahan waktu babak kedua. Maroko mendapat hadiah penalti usai tinjauan VAR menyatakan El Hadji Malick Diouf menarik Brahim Diaz di kotak terlarang. Keputusan itu memicu kemarahan pemain Senegal, terlebih karena beberapa saat sebelumnya gol mereka dianulir akibat pelanggaran Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi.
Dalam situasi yang jarang terjadi, pelatih Senegal Pape Thiaw memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Pertandingan terhenti hampir 20 menit sebelum akhirnya Senegal kembali ke lapangan untuk menghadapi eksekusi penalti tersebut.
Brahim Diaz, yang berpeluang mencetak gol keenamnya di turnamen sekaligus membawa Maroko meraih gelar AFCON pertama dalam hampir 50 tahun, gagal memanfaatkan kesempatan. Penalti panenka yang ia lepaskan dengan mudah ditangkap Edouard Mendy. Momen itu menjadi aksi terakhir di waktu normal dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Di extra-time, Senegal tampil lebih efektif. Pape Gueye melepaskan tembakan spektakuler ke sudut atas gawang yang tak mengulang Yassine Bounou, sekaligus memastikan Senegal kembali dinobatkan sebagai juara Afrika.
Senegal sebenarnya datang ke final dengan kondisi tidak ideal. Mereka sudah kehilangan Kalidou Koulibaly akibat skorsing, lalu mendapat pukulan tambahan ketika Krepin Diatta cedera saat pemanasan. Posisi Diatta akhirnya digantikan Antoine Mendy.
Meski demikian, Senegal justru tampil lebih meyakinkan di babak pertama. Peluang emas langsung hadir di lima menit awal ketika Pape Gueye menyambut sepak pojok di tiang jauh, namun sundulannya ditepis gemilang oleh Bounou yang menebus kesalahan antisipasi sebelumnya.
Kiper Maroko itu kembali melakukan penyelamatan luar biasa jelang turun minum dengan menahan peluang jarak dekat Iliman Ndiaye menggunakan kaki kanannya.
Di kubu Maroko, Ismael Saibari dan Abde Ezzalzouli menjadi sumber ancaman utama di babak pertama. Saibari dua kali mendekati gol, sementara umpan silang Ezzalzouli hanya terpaut tipis dari sundulan Nayef Aguerd.
Maroko tampil jauh lebih agresif di babak kedua, diduga setelah mendapat dorongan keras dari pelatih Walid Regragui. Peluang terbaik hadir lewat Ayoub El Kaabi yang gagal memaksimalkan umpan Bilal El Khannouss dari jarak dekat.
Laga kembali terhenti cukup lama akibat benturan kepala keras antara Neil El Aynaoui dan El Hadji Malick Diouf yang membuat El Aynaoui mengalami pendarahan. Insiden ini berkontribusi pada tambahan waktu panjang yang kemudian melahirkan drama penalti.
Di babak tambahan, Maroko sempat nyaris mencetak gol saat sundulan Aguerd membentur mistar. Senegal juga hampir menggandakan keunggulan, namun Bounou melakukan penyelamatan ganda luar biasa untuk menggagalkan Cherif Ndiaye.
Akhirnya, gol Pape Gueye menjadi pembeda. Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika, sementara Maroko harus kembali menelan kekecewaan di final yang akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah AFCON.
Artikel Tag: Timnas Senegal, Timnas Maroko, Piala Afrika 2025