Kanal

Sergej Barbarez Tegaskan Bosnia Masih Berpeluang Lolos Meski Dibantai Swiss

Penulis: Fery Andriyansyah
19 Jun 2026, 21:00 WIB

Sergej Barbarez yakin Bosnia masih bisa bangkit melawan Qatar. (Foto: Patrick T. Fallon / AFP via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, menolak menyerah setelah timnya mengalami kekalahan 1-4 dari Swiss pada Jumat (19/6/2026) dini hari WIB. Ia menilai peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 masih terbuka selama Bosnia mampu meraih kemenangan pada laga terakhir Grup B melawan Qatar.

Bosnia dan Herzegovina sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang sebagian besar pertandingan. Mereka berhasil mempertahankan kedudukan imbang hingga menit ke-74 sebelum Johan Manzambi memecah kebuntuan hanya tiga menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Situasi Bosnia kemudian semakin sulit setelah bek Tarik Muharemovic menerima kartu merah enam menit berselang. Swiss memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menambah tiga gol melalui Ruben Vargas, Manzambi, dan penalti Granit Xhaka pada masa tambahan waktu.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Barbarez menegaskan timnya belum kehilangan harapan untuk melaju ke babak berikutnya. "Kami masih memiliki pertandingan ketiga dan belum ada yang hilang. Tentu kami harus memenanginya jika ingin melangkah lebih jauh. Kekalahan ini sangat berat bagi kami, tetapi saya tidak suka mengeluh," ujar Barbarez.

Sergej Barbarez bahkan merasa timnya sempat tampil lebih baik sebelum jeda hidrasi pada babak kedua. Pada periode tersebut, Bosnia berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya ketika Swiss kesulitan membongkar pertahanan rapat yang mereka bangun.

Menurut Barbarez, timnya seharusnya bisa unggul sebelum Swiss mencetak gol pembuka. "Kami adalah tim yang lebih baik sebelum jeda hidrasi. Kami memiliki dua atau tiga peluang luar biasa yang seharusnya berakhir menjadi gol. Kami mengendalikan pertandingan dan melakukan banyak tekanan kepada mereka," kata Barbarez.

Pelatih berusia 54 tahun itu juga menyoroti gol pertama Swiss yang menurutnya lahir dari kesalahan individu yang seharusnya bisa dihindari. Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Membahas momen tersebut, Barbarez mengatakan, "Gol itu seharusnya tidak terjadi. Gol itu berasal dari kesalahan individu dan setelah itu kami mendapat kartu merah. Bahkan tim-tim yang jauh lebih berpengalaman pun bisa terpengaruh oleh situasi seperti itu."

Setelah kehilangan satu pemain, Zmajevi semakin kesulitan menghadapi kecepatan serangan Swiss. Meski Ermin Mahmic sempat mencetak gol hiburan pada masa tambahan waktu, Swiss tetap menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan berkat penalti Xhaka.

Kekalahan tersebut membuat Bosnia tetap berada di posisi sulit dengan satu poin dari dua pertandingan. Sementara Swiss naik ke empat poin dan berada dalam posisi yang lebih nyaman menjelang laga terakhir fase grup.

Sergej Barbarez berusaha menjaga semangat para pemainnya agar tidak larut dalam kekecewaan. Ia meminta skuadnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan hidup-mati melawan Qatar yang akan berlangsung Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.

"Saya mengatakan kepada para pemain bahwa mereka punya waktu satu jam untuk kembali bersemangat dan mengangkat kepala mereka. Hidup terus berjalan. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi dan percayalah kepada saya, mereka akan siap," tutur Barbarez.

Bosnia kini wajib mengalahkan Qatar jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur. Barbarez pun berharap timnya mampu menunjukkan reaksi positif dan mengubah kekecewaan dari kekalahan atas Swiss menjadi motivasi untuk meraih hasil maksimal pada laga penentuan.

Artikel Tag: Swiss, Piala Dunia, bosnia, Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru