Spalletti Akhiri Kritik Wasit dengan Ciuman untuk Pewawancara
Spalletti Akhiri Kritik Wasit dengan Ciuman untuk Pewawancara - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia kembali bergejolak. Laga seru antara Juventus dan Lazio yang berlangsung di Stadion Allianz, Turin, menyisakan cerita menarik dari pelatih Juventus, Luciano Spalletti. Usai pertarungan sengit yang berakhir imbang 2-2, Spalletti melancarkan kritik tajam terhadap sistem perwasitan di Serie A, menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme di kalangan wasit.
Dalam pertandingan tersebut, Juventus sempat tertinggal dua gol lebih dulu akibat akselerasi Pedro dan Gustav Isaksen dari Lazio. Namun, semangat juang dari punggawa Bianconeri, Weston McKennie dan Pierre Kalulu, berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan mereka. Kontroversi muncul saat gol Teun Koopmeiners dianulir karena posisi offside Khephren Thuram, yang memantik komentar tajam dari DAZN Italia tentang potensi pelanggaran Mario Gila pada Juan Cabal.
Usai pertandingan, Spalletti tidak tahan untuk melontarkan uneg-unegnya mengenai keputusan wasit yang menurutnya kerap menimbulkan perdebatan. “Wasit memiliki kebebasan menafsirkan situasi di lapangan, tetapi risiko besar akan selalu ada pada setiap keputusan,” ujarnya dengan nada tegas. Spalletti menyoroti bahwa setiap kontak tidak selalu berarti pelanggaran, menyerukan perlunya penilaian yang lebih kontekstual dalam penggunaan VAR.
Ketegangan semakin meningkat ketika Spalletti mengenang insiden saat Juventus berhadapan dengan Atalanta, di mana sebuah penalti dijatuhkan akibat handball yang bahkan pemain lawan tak menyadarinya. Mantan pelatih Napoli ini menilai bahwa kehadiran VAR seharusnya untuk memahami keseluruhan konteks permainan, bukan sekadar mengikuti aturan kaku.
Menyinggung perlunya reformasi, Spalletti menekankan bahwa wasit harus diperlakukan sebagai profesional untuk meningkatkan kualitas pertandingan. “Wasit adalah satu-satunya yang tidak profesional di antara 23 orang di lapangan. Ini tidak bisa dibiarkan mengingat betapa krusialnya peran mereka,” tegas Spalletti. Dengan semangatnya yang menggebu, Spalletti bahkan sempat memberikan contoh kontak dengan cara mencium pipi interviewer untuk mengilustrasikan bahwa tidak semua kontak berimbas sama.
Spalletti meyakini bahwa perubahan tersebut akan membawa dampak positif dengan menciptakan standar perwasitan yang lebih baik dan otoritatif, demi kemajuan sepak bola Italia yang lebih profesional dan adil.
Artikel Tag: Juventus, Luciano Spalletti