Steve Clarke Yakin Skotlandia Bangkit Jelang Duel Kontra Brasil
Steve Clarke minta Skotlandia segera lupakan kekalahan dari Maroko. (Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, meminta para pemainnya segera bangkit setelah kalah 0-1 dari Maroko pada Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Ia yakin timnya masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 32 besar saat menghadapi Brasil dalam laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026.
Skotlandia saat ini mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, kemenangan pertama negara tersebut di Piala Dunia dalam 36 tahun, sebelum kemudian harus mengakui keunggulan Maroko di Massachusetts.
Kekalahan itu membuat persaingan di Grup C semakin ketat. Skotlandia kini harus menghadapi tantangan besar melawan Brasil, yang berstatus lima kali juara dunia dan menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, Steve Clarke memahami para pemainnya membutuhkan waktu untuk menerima kekalahan tersebut sebelum kembali fokus menatap pertandingan berikutnya.
"Pertama-tama, Anda harus membiarkan para pemain merasakan kekecewaan selama 48 jam ke depan karena itulah yang akan mereka alami. Mereka tidak suka kalah dari siapa pun. Jadi kami akan beristirahat, memulihkan kondisi, lalu siap bertarung lagi. Pertandingannya tidak akan menjadi lebih mudah," ujar Clarke.
Maroko mengendalikan pertandingan sejak awal setelah Ismael Saibari mencetak gol hanya 71 detik setelah kick-off. Gol tersebut menjadi yang tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini dan memberi keuntungan besar bagi tim Afrika Utara yang empat tahun lalu mencapai semifinal Piala Dunia.
Meski tertinggal cepat, Steve Clarke menilai timnya mampu memberikan respons yang baik. Menurutnya, para pemain Skotlandia menunjukkan karakter kuat dengan tetap berusaha mengembangkan permainan meski menghadapi lawan berkualitas tinggi.
Membahas jalannya pertandingan, Clarke mengatakan, "Saya pikir kami mampu bangkit pada babak pertama. Mungkin kami membutuhkan sekitar 10 menit untuk benar-benar masuk ke pertandingan karena kebobolan secepat itu tentu menjadi pukulan. Tim yang lebih lemah mungkin sudah runtuh menghadapi lawan dengan kualitas seperti itu, tetapi kami mampu bertahan."
Clarke juga menilai performa timnya meningkat setelah jeda pendinginan pada babak pertama. Ia merasa Skotlandia mampu mengimbangi permainan Maroko dan membawa momentum positif hingga babak kedua meskipun akhirnya gagal mencetak gol penyama kedudukan.
Melanjutkan penilaiannya, Clarke mengatakan, "Kami berhasil kembali ke dalam pertandingan. Kami mulai mengalirkan bola dengan lebih baik dan saya pikir setelah jeda pendinginan kami bermain bagus. Kami memiliki momentum yang baik menjelang turun minum dan mampu membawanya ke babak kedua. Para pemain sudah berjuang habis-habisan. Saya bangga kepada mereka, tetapi tentu kami semua sangat terpukul dan kecewa karena tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan."
Skotlandia juga sempat mengajukan dua protes penalti pada babak kedua setelah John McGinn dan Scott McTominay terjatuh di kotak penalti. Namun tidak ada satu pun yang dianggap pelanggaran oleh wasit maupun VAR.
Membahas salah satu insiden tersebut, Clarke mengatakan, "Insiden McGinn adalah situasi 50-50. Ada wasit yang mungkin akan memberikannya dan saya pikir jika wasit memberikan penalti itu, VAR tidak akan membatalkannya. Saya hanya bisa berbicara mengenai insiden tersebut. Namun tidak ada yang bisa kami lakukan mengenai hal itu sekarang."
Kini fokus Skotlandia sepenuhnya tertuju pada pertandingan melawan Brasil pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Hasil dari laga tersebut akan sangat menentukan peluang mereka untuk melaju ke babak 32 besar, baik sebagai salah satu dari dua tim teratas Grup C maupun melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Artikel Tag: Brasil, Piala Dunia, Maroko, Skotlandia, Piala Dunia 2026, Steve Clarke