Kanal

Thomas Partey Jadi Masalah Baru Ghana Jelang Piala Dunia 2026

Penulis: Fery Andriyansyah
13 Jun 2026, 10:00 WIB

Thomas Partey terancam absen saat Ghana memulai perjuangan di Piala Dunia 2026. (Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images)

Berita Piala Dunia: Thomas Partey kembali menjadi sorotan menjelang dimulainya perjalanan Ghana di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 32 tahun itu dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk ke Kanada, yang berpotensi membuat The Black Stars kehilangan salah satu pemain paling berpengalaman mereka pada fase awal turnamen.

Thomas Partey sejatinya masuk dalam skuad berisi 26 pemain yang dibawa Ghana ke Piala Dunia 2026. Ia bahkan sempat menjadi kapten saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Wales dalam laga pemanasan. Namun situasi berubah setelah muncul laporan bahwa ia ditolak masuk ke Kanada karena masih menghadapi proses hukum di Inggris.

Menurut laporan The Athletic, Partey tidak diizinkan memasuki Kanada menjelang pertandingan Grup L melawan Panama yang akan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) pagi WIB. Pemerintah Kanada memiliki aturan yang memungkinkan penolakan masuk bagi individu yang terlibat kasus pidana, meski proses hukumnya belum selesai.

Partey saat ini menghadapi lima dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan pelecehan seksual yang diajukan pada Juli 2025. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut dan juga menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan tambahan yang diajukan pada awal tahun ini.

Sebelum situasi tersebut berkembang, pelatih Ghana Carlos Queiroz sempat ditanya mengenai keputusannya tetap membawa Partey ke Piala Dunia 2026. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk menghakimi pemain tersebut.

“Jika pemain itu ada di sini bersama saya, maka jawaban saya sudah jelas,” ujar Queiroz. “Saya tidak memiliki komentar mengenai keputusan saya sendiri. Dia ada di sini, jadi apa yang sedang kita bicarakan? Ini bukan untuk saya atau Anda untuk memberikan penilaian. Biarkan proses berjalan sebagaimana mestinya dan suatu hari nanti kebenaran akan terungkap.”

Setelah komentar dari sang pelatih, dukungan juga datang dari Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA). Direktur komunikasi federasi menegaskan bahwa mereka tetap berdiri di belakang Thomas Partey selama proses hukum berlangsung.

“Kami memiliki keyakinan penuh terhadap apa yang disampaikan pemain kami kepada kami. Kami mendukungnya sejak awal,” katanya. “Kami percaya pada apa yang disampaikan tim hukumnya. Dia mendapatkan dukungan kami.”

Absennya Partey akan menjadi tantangan besar bagi Ghana yang sedang mempersiapkan laga penting melawan Panama. The Black Stars masih memiliki dua pertandingan lain di Grup L menghadapi Inggris dan Kroasia, tetapi kehilangan salah satu pemimpin tim tentu dapat memengaruhi kekuatan mereka dalam persaingan menuju babak gugur.

Artikel Tag: Ghana, Piala Dunia 2026, Thomas Partey

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru