Thomas Tuchel Beber Alasan Panggil Trevoh Chalobah
Thomas Tuchel pilih Trevoh Chalobah untuk gantikan Tino Livramento. (Foto: George Wood/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Thomas Tuchel mengaku menangani Inggris di Piala Dunia 2026 menjadi puncak karier kepelatihannya. Pelatih berusia 52 tahun itu pernah meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Liga Champions bersama Chelsea, tetapi ia menilai tidak ada panggung yang lebih besar dibanding memimpin The Three Lions di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Menjelang laga Grup L melawan Kroasia di Stadion Dallas, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, Thomas Tuchel juga harus melakukan perubahan mendadak dalam skuadnya. Bek Newcastle United, Tino Livramento, dipastikan absen karena cedera sehingga tempatnya digantikan oleh bek Chelsea, Trevoh Chalobah.
Tuchel menjelaskan keputusan memanggil Chalobah berkaitan dengan kebutuhan keseimbangan di lini belakang. Menurutnya, kehadiran Chalobah memberikan lebih banyak opsi di posisi bek tengah sekaligus membuat pemain lain bisa difungsikan sebagai bek sayap jika diperlukan.
"Kami memanggil Trevoh Chalobah karena itu memungkinkan kami membebaskan Jarell Quansah dan Djed Spence untuk bermain di kedua sisi sebagai bek sayap. Trevoh datang sebagai alternatif bek tengah dan memberi kami cakupan penuh di lini belakang," ujar Tuchel.
Selain membahas perubahan skuad, mantan pelatih Chelsea dan Paris Saint-Germain itu juga menyoroti tantangan yang akan dihadirkan Kroasia. Meski banyak pemain senior masih menjadi andalan, ia menilai Vatreni tetap memiliki kualitas, pengalaman, dan fleksibilitas taktik yang sangat berbahaya.
"Saya pikir sangat jelas mereka masih memiliki inti permainan di lini tengah bersama Mateo Kovacic dan Luka Modric. Mereka juga memiliki tiga bek yang sangat kuat dan solid. Kovacic serta Modric masih menjadi jantung tim mereka," kata Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti ancaman dari Ivan Perisic serta kemampuan Kroasia untuk berganti sistem permainan selama pertandingan. Karena itu, Inggris harus tampil komplet jika ingin mengawali turnamen dengan kemenangan.
"Mereka sangat fleksibel antara empat bek dan lima bek. Mereka juga sangat fleksibel dalam pertandingan. Kami harus beradaptasi, mengambil inisiatif dengan benar, dan menampilkan performa yang lengkap untuk bisa menang," tuturnya.
Tuchel menegaskan Inggris tetap memiliki ambisi besar di Piala Dunia 2026. Meski enggan terlalu larut dalam euforia, ia merasa timnya berhak bermimpi meraih gelar juara selama seluruh pemain mau bekerja keras dan menunjukkan performa terbaik di lapangan.
"Kami bermimpi. Kami berhak bermimpi, tetapi kami tidak ingin berkhayal. Semua itu datang bersama tanggung jawab dan kerja keras. Kami ingin melakukan segalanya dengan benar dan pantas mendapatkan hasil yang kami inginkan," ujar Tuchel.
Artikel Tag: Thomas Tuchel, Inggris, Piala Dunia 2026, trevoh chalobah