Timnas Indonesia Tak Pindah-pindah Venue Latihan, PSSI Ungkap Alasannya
Erick Thohir dan John Herdman bicara soal persiapan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Berita Timnas - PSSI menyiapkan Stadion STIK sebagai venue latihan tetap Timnas Indonesia selama FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan tersebut diambil karena tim John Herdman membutuhkan lapangan yang bisa digunakan secara konsisten untuk menerapkan program latihan. Sementara Si Jalak Harupat belum boleh digunakan Persib Bandung untuk menjaga kondisi rumput.
Timnas Indonesia tidak akan berpindah-pindah tempat latihan selama menjalani FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI memilih Stadion STIK atau PTIK di Jakarta sebagai markas latihan skuad Garuda yang akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan kebutuhan John Herdman yang memiliki persiapan taktik cukup detail. Pelatih asal Kanada itu disebut membutuhkan waktu untuk memasang berbagai perangkat latihan di lapangan.
"Kalau ditanya kenapa ada kekhususan dan tidak boleh memakai yang lain, memang lapangan latihan yang lain harus bergantian karena tim negara lain juga harus diberi akses," ujar Erick di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Erick, Herdman biasanya memasang sejumlah alat di lapangan yang tidak bisa langsung dipindahkan setelah latihan selesai. Proses pemasangannya pun membutuhkan waktu sekitar satu jam.
"Untuk pemasangan alatnya kadang-kadang perlu sejam. Jadi tidak mungkin dengan jadwal FIFA yang hanya sekian jam harus latihan, setelah itu kosong. Tidak mungkin seperti itu," katanya.
Karena itu, PSSI memilih STIK agar Timnas Indonesia memiliki tempat latihan yang lebih konsisten sepanjang turnamen.
Sementara itu, PSSI juga memantau kesiapan sejumlah venue lain. SUGBK dinilai sudah siap menggelar pertandingan, tetapi beberapa lapangan latihan di kompleks GBK masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi rumput setelah digunakan Persija vs Persib pada 12 September.
Erick menyebut tiga lapangan latihan GBK berada di kisaran 50 hingga 70 persen kondisinya dan membutuhkan masa pemulihan.
Hal serupa terjadi di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. PSSI sebelumnya tidak mengizinkan Persib menggunakan stadion tersebut karena rumput membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang.
"Kalau Jalak Harupat memang perlu recovery lebih dari 10 hari," ujar Erick.
Ia menyebut SJH pernah membutuhkan waktu sekitar 17 hingga 18 hari untuk memulihkan kondisi rumput. Karena itu, PSSI harus mengatur penggunaan stadion dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, bukan sekadar jadwal pertandingan.
Artikel Tag: PSSI, Erick Thohir, Timnas Indonesia, John Herdman, ASEAN Cup 2026