Usai Debut, Mauro Zijlstra Ungkap Perbedaan Liga Indonesia dan Belanda
Mauro Zijlstra penyerang diaspora Timnas Indonesia gabung Persija Jakarta
Berita Timnas: Penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, mengaku merasakan perbedaan besar antara sepak bola Indonesia dan Belanda setelah menjalani debut bersama Persija Jakarta di Super League 2025/2026.
Mauro Zijlstra akhirnya menjalani debut bersama Persija Jakarta pada laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/2/2026). Pertandingan tersebut berakhir manis bagi Macan Kemayoran setelah menang tipis 1-0 atas tuan rumah.
Penyerang berusia 21 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 menggantikan Gustavo Almeida, yang menjadi pencetak gol kemenangan Persija. Meski tidak tampil sejak awal, debut tersebut menjadi momen penting bagi pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.
Zijlstra mengaku senang mendapatkan kesempatan pertama bermain bersama Persija. Ia juga merasa bangga bisa membantu tim mengamankan tiga poin penting dalam laga tandang yang tidak mudah.
Namun pengalaman pertamanya bermain di Super League juga menghadirkan kejutan tersendiri. Mantan pemain FC Volendam itu menilai gaya permainan di Indonesia jauh berbeda dibandingkan Eredivisie atau Liga Belanda.
Menurut Mauro Zijlstra, pertandingan di Indonesia menuntut pemain untuk lebih banyak berlari sepanjang laga. Ritme permainan dinilai sangat cepat karena banyak tim mengandalkan transisi menyerang maupun bertahan secara langsung setelah merebut bola.
Kondisi tersebut membuat pertandingan terasa lebih eksplosif dan menguras stamina pemain. Seorang penyerang dituntut aktif membantu tekanan sekaligus bergerak cepat saat tim membangun serangan.
Situasi ini berbeda dengan Eredivisie yang menurutnya lebih menonjolkan organisasi taktik dan penguasaan bola. Di Belanda, tim cenderung menggunakan skema positional play yang rapi untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski sempat terkejut dengan perbedaan tersebut, Zijlstra mengaku menikmati pengalaman barunya di Indonesia. Ia merasa atmosfer kompetisi serta gaya bermain yang dinamis menjadi tantangan menarik untuk perkembangan kariernya.
Kemenangan atas Bali United juga memutus catatan buruk Persija yang sebelumnya kesulitan meraih hasil positif di kandang Serdadu Tridatu. Tambahan tiga poin membuat Persija bertahan di papan atas klasemen sementara Super League.
Saat ini Macan Kemayoran berada di posisi ketiga klasemen dan hanya terpaut tiga poin dari Persib Bandung di puncak. Persija pun bersiap menghadapi laga berikutnya melawan PSM Makassar pada pekan ke-22 Super League 2025/2026.
Artikel Tag: LIga Indonesia, Persija, Timnas Indonesia