Vanoli: Perubahan Taktik dan Mental Fiorentina Krusial
Vanoli: Perubahan Taktik dan Mental Fiorentina Krusial - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia – Pelatih ACF Fiorentina, Paolo Vanoli, memberikan pujian terhadap perubahan sistem taktis timnya, tetapi menegaskan bahwa mentalitas adalah faktor utama yang meningkatkan performa mereka. Pertandingan melawan AC Milan akan dimulai di Stadio Artemio Franchi pada pukul 14.00 GMT (15.00 CET).
Fiorentina, meskipun masih berada di zona degradasi, telah memperbaiki prospeknya secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir dengan meraih dua kemenangan dan hasil imbang dramatis 2-2 saat bertandang ke Lazio. Pada pertandingan sore ini, mereka akan berhadapan dengan Milan, dan mantan gelandang Torino, Samuele Ricci, akan bertemu dengan mantan pelatihnya.
Vanoli mengungkapkan, "Saya beruntung pernah melatih Samuele Ricci dan senang melihat dia berkembang dengan baik," kepada DAZN Italia.
Vanoli tentang perubahan di Fiorentina
Perubahan mentalitas menjadi kebutuhan bagi Fiorentina untuk menyadari situasi mereka dan menyatukan tim agar keluar dari kesulitan. "Kami mulai menemukan konsistensi. Kami akan menghadapi tim yang fisik dan kuat yang belum terkalahkan sejak Agustus dan dipimpin oleh pelatih hebat," kata Vanoli.
Moise Kean kembali ke susunan pemain awal setelah dua pertandingan sebagai pengganti, meskipun Edin Dzeko dan Tariq Lamptey absen karena cedera. Sementara itu, Pablo Mari meninggalkan kamp pelatihan semalam untuk bergabung dengan Al-Hilal yang dilatih Simone Inzaghi.
Salah satu perubahan terbesar yang dilakukan Vanoli adalah beralih ke formasi 4-3-3. "Gudmundsson memberikan kontribusi besar di posisi tersebut dengan tekniknya dan kemampuannya untuk melewati lawan. Kami juga menambahkan Solomon dan Brescianini yang dapat memberikan tenaga ekstra yang sebelumnya kami tidak miliki," jelas Vanoli.
Vanoli menganggap mentalitas sebagai faktor utama perbedaan dalam tim. "Ketika saya tiba, kami merasa agak tersesat dalam situasi tersebut, tetapi babak pertama melawan Lazio adalah contoh bagus bagaimana kami tidak bermain terlalu baik, tetapi kami tetap tenang, terus berjuang, dan itu memungkinkan kami untuk mengembalikan hasil."