Kanal

Bos Aprilia Enggan Bebani Marco Bezzecchi dengan Target Kalahkan Marquez

Penulis: Abdi Ardiansyah
16 Jan 2026, 21:45 WIB

Marco Bezzecchi dan Marc Marquez

Berita MotoGP: Aprilia menatap MotoGP musim depan dengan optimisme tinggi setelah performa impresif Marco Bezzecchi. Namun Massimo Rivola menegaskan ada satu hal krusial yang harus dikuasai sang pebalap sebelum bisa benar-benar menantang Marc Marquez.

Aprilia resmi memperkenalkan motor MotoGP terbaru yang diharapkan mampu memutus dominasi Ducati. Di tengah ambisi besar tersebut, nama Marco Bezzecchi mencuat sebagai tumpuan utama tim pabrikan asal Noale untuk menantang juara dunia bertahan, Marc Marquez.

Bezzecchi tampil menonjol pada paruh kedua musim lalu. Setelah jeda musim panas, pembalap Italia itu mencatat dua kemenangan Grand Prix dan tiga kemenangan Sprint, menjadikannya salah satu rider paling konsisten di grid. Performa tersebut juga membuatnya secara alami mengambil peran pemimpin tim, terutama setelah Jorge Martin lebih banyak berkutat dengan cedera.

Namun Massimo Rivola mengingatkan bahwa performa apik itu belum bisa dijadikan patokan mutlak. Ia menilai kebangkitan Aprilia terjadi saat Marquez absen akibat cedera bahu yang dialaminya usai insiden dengan Bezzecchi di MotoGP Indonesia.

“Dengan nomor 93 (Marc Marquez) kembali di lintasan, sejujurnya saya tidak tahu,” ujar Rivola kepada GPOne saat ditanya peluang Aprilia mengalahkan Ducati.

Menurut Rivola, ekspektasi tinggi justru bisa menjadi jebakan.

“Ekspektasi sering kali menjadi hal yang membunuh kami,” katanya.

Ia menilai Bezzecchi kini menghadapi tekanan yang berbeda, karena targetnya bukan lagi sekadar podium, melainkan gelar juara dunia.

“Kami tahu kami bekerja dengan sangat baik, tapi Marco, untuk melangkah ke level berikutnya, harus belajar mengelola ekspektasi. Itu akan menjadi salah satu kunci terpenting,” lanjut Rivola. Ia menekankan bahwa rasa hormat terhadap rival harus tetap ada, tanpa disertai rasa takut.

Keyakinan Rivola terhadap Bezzecchi semakin kuat setelah duel sengit di Misano. Pada akhir pekan tersebut, Bezzecchi dan Marquez masing-masing meraih satu kemenangan. Dalam balapan utama, selisih keduanya hanya 0,6 detik. Bezzecchi bahkan sempat meminta maaf karena finis kedua di belakang Marquez.

“Di Misano, dia meminta maaf kepada saya karena finis kedua di belakang Marc. Bagi saya, itu tanda bahwa bersama-sama kami bisa melakukan hal besar,” ujar Rivola.

Aprilia sendiri memilih pendekatan agresif pada desain motor musim ini, meski Rivola memastikan pengembangan masih akan berlanjut sebelum tes resmi di Malaysia. Dengan kepercayaan diri yang tumbuh, tantangan terbesar Bezzecchi kini bukan hanya Ducati atau Marquez, melainkan kemampuannya sendiri dalam mengelola tekanan.

Artikel Tag: Marco Bezzecchi, Marc Marquez, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru