Bruno Longhi: Label Tim Terkuat Pengaruhi Psikologi Pemain Inter Milan
Bruno Longhi
Berita Liga Italia: Bruno Longhi menyebut Inter Milan tak punya pemimpin di lini belakang. Ia juga menilai label tim terkuat ikut mempengaruhi kekuatan mental pemain.
Meski Inter Milan menang 3-0 atas Feyenoord di Liga Champions, tetapi kritik terhadap Nerazzurri tetap menjadi bahan perbincangan, terutama setelah kekalahan 3-1 dari AC Milan di laga derby.
Dalam program Radio Sportiva, Jurnalis Italia, Bruno Longhi, mendapat pertanyaan dari seorang suporter Inter mengenai permainan tim yang terlalu mudah ditebak dan karena itu tampak rentan.
"Kata 'sedikit' terasa terlalu ringan, karena ketika tertinggal dua gol dari banyak tim lalu berhasil menang, Chivu jelas mengubah cukup banyak hal.” ujar Longhi.
“Sistem permainan yang menjadi ciri khas Inter, dimulai di era Conte lalu diperindah Simone Inzaghi dan berlanjut musim lalu, coba diubah Chivu pada laga terakhir, juga karena keadaan terpaksa, sebab hasilnya tidak sama."
"Ada masalah yang terlihat jelas oleh semua orang. Tidak ada pemimpin di lini belakang. Lihat saja gol kedua Milan, saat Rabiot mengirim bola ke tengah, semua saling memandang dan bola berakhir di gawang.”
“Itu kelengahan kolektif, ketiadaan sosok pemimpin yang bisa menularkan konsentrasi kepada yang lain. Anggapan bahwa Inter tak bisa dikalahkan mungkin sudah masuk ke kepala para pemain.”
“Karena terus membaca Inter favorit, Inter juara dengan unggul 20 poin, para pemain mungkin turun ke lapangan, bukan dengan rasa takut, tetapi dengan keyakinan bahwa apa pun yang terjadi akan baik-baik saja. Ada hal yang harus dibenahi, terutama dari sisi psikologis,"
Artikel Tag: Inter Milan, Liga Italia