Kanal

Bukan Sekadar Hinaan, Kasus Antonelli Bikin Charles Leclerc Angkat Suara

Penulis: Abdi Ardiansyah
01 Jan 2026, 18:05 WIB

Charles Leclerc dan Kimi Antonelli

Berita F1: Charles Leclerc menyerukan tindakan nyata dari Formula 1 dan pihak terkait menyusul kasus pelecehan daring yang dialami Kimi Antonelli sepanjang musim ini. Pebalap Ferrari tersebut menilai perilaku tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai risiko profesi yang harus diterima oleh para pebalap.

Antonelli menjadi sasaran ancaman pembunuhan di media sosial setelah Grand Prix Qatar. Dalam balapan itu, kesalahan yang ia lakukan pada lap penultimate membuka jalan bagi Lando Norris untuk merebut posisi keempat, hasil yang krusial dalam persaingan gelar melawan Max Verstappen dan Oscar Piastri. Insiden tersebut dengan cepat memicu spekulasi di ruang publik.

Situasi semakin panas ketika insinyur Verstappen, Gianpiero Lambiase, menyampaikan komentar lewat radio tim yang mengesankan Antonelli sengaja memberi jalan. Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh Helmut Marko yang menyebut insiden tersebut tampak disengaja. Klaim tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Mercedes.

Prinsipal Mercedes Toto Wolff secara terbuka menyebut komentar tersebut sebagai pernyataan yang tidak berdasar. Dampak terbesarnya justru dirasakan Antonelli, yang menerima gelombang komentar kebencian secara masif. Mercedes mencatat peningkatan hingga 1.100 persen komentar bernada menghina dan mengancam di akun media sosial mereka setelah balapan tersebut.

Red Bull akhirnya meredam situasi dengan mengonfirmasi bahwa Lambiase telah berbicara langsung dengan Antonelli, sementara Marko menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya. Meski demikian, Leclerc menilai permintaan maaf saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan yang lebih besar.

“Ini jelas tidak bisa diterima, banyak orang bisa berkata kasar tanpa menghadapi konsekuensi apa pun atas ucapannya,” kata Leclerc kepada media. Ia menegaskan bahwa para pebalap berada di lintasan untuk berkompetisi secara maksimal, bukan untuk menjadi sasaran ancaman.

Charles Leclerc juga mengingatkan bahwa seluruh pebalap telah menempuh perjalanan panjang sejak usia muda demi mencapai Formula 1. Tekanan ekstrem membuat kesalahan tidak terhindarkan, namun menurutnya, dalam kasus Antonelli, reaksi publik sepenuhnya berlebihan dan tidak berdasar.

Pebalap asal Monako itu mengakui bahwa mengabaikan media sosial sering menjadi satu satunya pilihan, terutama bagi pebalap muda. Ia mengenang masa awal kariernya, ketika komentar daring kerap memengaruhi kondisi mental.

“Dengan pengalaman, mungkin seseorang bisa sedikit kebal, tetapi seharusnya kami tidak dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan perilaku seperti ini,” ujarnya. Leclerc berharap Formula 1 dapat segera menghadirkan sistem perlindungan yang lebih tegas dan efektif bagi para pebalap.

Artikel Tag: Charles Leclerc, Ferrari, Kimi Antonelli, Mercedes, GP Qatar, F1 2025

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru