Kanal

Cameron Young Ungkap Kunci Kebangkitan hingga Tembus Elite PGA Tour

Penulis: Abdi Ardiansyah
07 Jul 2026, 22:40 WIB

Cameron Young

Berita Golf - Cameron Young kini menjadi salah satu nama terbesar di dunia golf. Namun, perjalanan menuju posisi tiga besar dunia bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Pegolf berusia 29 tahun itu harus melewati periode panjang yang penuh tekanan sebelum akhirnya membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik di PGA Tour.

Lahir di Westchester County, New York, Young tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan golf. Ayahnya, David Young, merupakan kepala profesional di Sleepy Hollow Country Club, sehingga sejak kecil ia sudah menghabiskan sebagian besar waktunya di lapangan.

"Itu adalah tempat terbaik untuk tumbuh besar. Saya hampir setiap hari bermain golf setelah pulang sekolah," kenang Young.

Bakatnya berkembang pesat hingga membawa Young tampil di level perguruan tinggi bersama Wake Forest University, satu tim dengan Will Zalatoris dan Alex Fitzpatrick. Setelah beralih menjadi profesional, namanya mulai dikenal luas berkat konsistensi tampil di papan atas turnamen PGA Tour.

Meski demikian, satu hal terus membayangi kariernya, yakni belum pernah meraih kemenangan di PGA Tour. Pada musim 2022 ia mencatat tujuh finis tiga besar, termasuk menjadi runner up di PGA Championship dan The Open Championship, tetapi trofi juara selalu lepas dari genggamannya.

Situasi itu bahkan membuatnya sempat keluar dari 50 besar dunia dan gagal masuk radar Ryder Cup. Young mengaku masa tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya.

Titik balik datang pada 2025 ketika ia melakukan sejumlah perubahan penting. Young mengganti caddie dengan sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di Wake Forest, Kyle Sterbinsky. Ia juga memutuskan kembali menggunakan pola pukulan draw yang telah menjadi ciri khasnya sejak kecil, serta mencoba prototipe bola golf baru yang membantunya meningkatkan kontrol jarak dan trajektori.

Perubahan tersebut langsung membuahkan hasil. Young akhirnya meraih kemenangan perdana di Wyndham Championship dengan selisih enam pukulan. Gelar itu mengakhiri penantian panjang sekaligus menghapus stigma sebagai pemain berbakat tanpa kemenangan.

"Rasanya melegakan karena orang akhirnya berhenti membicarakan kapan saya akan menang," ujar Young.

Momentum itu berlanjut dengan penampilan impresif di Ryder Cup, sebelum ia meraih kemenangan bergengsi di Players Championship dan Cadillac Championship pada musim berikutnya. Hasil tersebut mengantarkannya naik ke peringkat tiga dunia.

Meski kini telah menjadi salah satu pegolf elite, Cameron Young mengaku tekanan tidak pernah benar benar hilang.

"Dulu saya berpikir kalau sudah masuk 10 besar dunia semuanya akan terasa lebih mudah. Kenyataannya tidak. Setiap pekan Anda tetap harus memulai dari nol," katanya.

Di luar lapangan, Young mengaku keluarganya menjadi sumber motivasi terbesar. Ia dan sang istri, Kelsey, selalu membawa ketiga anak mereka dalam sebagian besar perjalanan turnamen. Baginya, keberhasilan di lapangan hanya akan terasa berarti jika bisa dinikmati bersama keluarga.

Young juga menegaskan bahwa golf kini diperlakukan sebagai sebuah profesi yang menuntut disiplin tinggi. Meski masih mencintai permainan tersebut, ia mengakui tidak semua proses latihan terasa menyenangkan.

"Saya menyukai proses untuk menjadi lebih baik, tetapi bukan berarti saya selalu menikmati setiap sesi latihan. Yang terpenting adalah tetap berkomitmen pada proses itu," tuturnya.

Dengan performa yang terus meningkat, Cameron Young kini tak lagi dibayangi pertanyaan kapan akan meraih kemenangan. Target berikutnya jauh lebih besar, yakni memenangkan gelar major dan memperkuat posisinya di jajaran elite golf dunia.

Artikel Tag: PGA tour, ryder cup, wyndham championship, Players Championship

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru