Carlos Alcaraz Akui Kadang-Kadang Masih Kesulitan Selama Bertanding
Carlos Alcaraz [image: getty images]
Berita Tenis: Carlos Alcaraz masih memiliki aspek-aspek yang ingin ia tingkatkan dalam permainannya, terlepas dari segala kesuksesan yang telah ia raih sampai sejauh ini.
Petenis berkebangsaan Spanyol telah tujuh kali menjuarai Grand Slam dan menjadi petenis termuda sepanjang sejarah yang melengkapi Career Grand Slam – memenangkan keempat Grand Slam – padahal usianya saat ini baru menginjak 23 tahun.
Petenis berkebangsaan Spanyol melengkapi Career Grand Slam di Australian Open awal musim ini, tetapi musim ini jelas terasa lebih berat bagi sang petenis, yang sempat absen selama hampir lima bulan akibat cedera pergelangan tangan.
Mantan petenis peringkat 1 dunia kini telah kembali bugar dan berharap dapat menutup musim 2026 dengan gemilang, tetapi ia mengakui masih ada kendala yang ia hadapi menyusul kemenangan terbarunya di Vienna Open.
Alcaraz telah meraih satu gelar sejak kembali berkompetisi pasca-cedera dan ia berharap dapat menambah koleksi gelarnya di Vienna Open. Kini, berhasil melaju ke final di turnamen ATP level 500 tersebut setelah mengalahkan Daniil Medvedev dengan dua set langsung.
Petenis peringkat 3 dunia pun ditanya mengenai beragam jenis pukulan yang ia miliki, serta apakah ia terkadang merasa kesulitan untuk menentukan pukulan terbaik yang harus dilakukan di tengah reli yang sengit.
Petenis berkebangsaan Spanyol mengakui bahwa ia memang kerap mengalami kendala dalam hal tersebut. Ia mengaku terkadang justru memilih pukulan yang paling tidak tepat dan sering kali perlu lebih bersabar saat melakoni sebuah poin.
“Yah, terkadang itu sulit bagi saya. Tenis adalah soal mengambil keputusan dalam waktu kurang dari satu detik dan itulah yang membuat tenis menjadi sangat sulit,” jawab Alcaraz.
“Terkadang saya benar-benar kesulitan, saya sulit menentukan pukulan terbaik dalam situasi yang sedang saya hadapi saat itu. Ada kalanya keputusan muncul secara alami — terkadang saya bahkan tidak perlu berpikir — tetapi ada kalanya pula saya justru memilih opsi yang paling buruk, karena berpikir bahwa saya bisa melakukan tiga, empat, atau lima pukulan dalam situasi tersebut, padahal pada akhirnya saya malah memilih langkah yang paling keliru.”
“Saya hanya berusaha untuk menjadi lebih baik dalam hal itu, saya menyusun rencana khusus di kepala untuk dua atau tiga bola pertama, lalu setelah itu saya membiarkan naluri yang berperan sambil melihat bagaimana jalannya pertandingan. Tetapi, terkadang hal itu terasa sangat sulit bagi saya. Selain itu, saat ini saya juga sedang belajar untuk lebih sabar, meski menurut saya itu belum menjadi kemampuan terbaik yang saya miliki.”
Artikel Tag: australian open, Vienna Open, Carlos Alcaraz