Kanal

Carlos Alcaraz Menyesal Atas Ledakan Emosi Di Tengah Pertandingan

Penulis: Dian Megane
06 Apr 2026, 20:23 WIB

Carlos Alcaraz [image: getty images]

Berita Tenis: Carlos Alcaraz mengakui bahwa ia menyesali ledakan emosi di tengah pertandingan saat kalah dari Sebastian Korda di Miami Open, dengan alasan kehilangan kemampuan berpikir jernih sebagai alasannya.

Petenis berkebangsaan Spanyol mengenang kembali momen langka frustasi di tengah pertandingan. Selama melakoni set yang menegangkan di babak 32 besar Miami Open, ia membiarkan emosi menguasai dirinya, melontarkan komentar yang sekarang ia akui telah melewati batas.

Petenis peringkat 1 dunia biasanya menjadi pihak yang penuh senyum setelah reli melelahkan yang melibatkan 20 pukulan, mendapatkan energi dari penonton. Ketika senyuman itu hilang, anda tahu tekanan telah mencapai titik didih.

Selama kekalahan babak ketiga yang membuat frustasi melawan Korda di Miami bulan lalu, petenis berusia 22 tahun mengejutkan penggemar dengan berulang kali berteriak kepada kotak pelatihnya.

“Saya sudah tidak tahan lagi, saya ingin pulang sekarang,” seru Alcaraz saat itu.

Namun, di konferensi pers teranyar jelang Monte Carlo Open, ia mengakui kesalahannya. Ia menganggap ledakan emosi tersebut sebagai bagian dari proses pertumbuhan yang wajar, alih-alih mencari alasan.

“Yang pasti, ada beberapa hal yang saya sesali telah saya ucapkan selama pertandingan, dan itu salah satunya,” aku Alcaraz. “Pada akhirnya, ketika beberapa hal tidak berjalan dengan baik, ketika anda berusaha, dan itu tidak berhasil, ada titik di mana anda tidak berpikir dengan jernih dan anda melontarkan sesuatu yang seharusnya tidak anda ucapkan.”

Turnamen ATP benar-benar melelahkan dan tekanan semakin meningkat setiap pekan anda memikul target besar di pundak anda.

“Tetapi begitulah yang terjadi. Anda harus belajar dari hal itu,” sambung Alcaraz.

Musim petenis berkebangsaan Spanyol sebenarnya dimulai dengan dominasi mutlak. Ia memenangkan gelar Australian Open, memberi peringatan kepada seluruh pesaingnya dengan mengantongi 16 kemenangan secara beruntun. Ia tampak tidak terkalahkan di sepanjang bulan Februari.

Namun, momentum petenis peringkat 1 dunia terganggu di Indian Wells, California. Daniil Medvedev menetralisir permainan agresifnya dari area baseline, sehingga menyebabkan petenis peringkat 1 dunia kalah di semifinal Indian Wells Open. Kekalahan tersebut mengusik sedikit kepercayaan dirinya jelang Miami Open, yang kemudian membuka jalan bagi penyergapan Korda.

Petenis berkebangsaan Spanyol sangat bergantung pada insting dan geometri lapangan, dan ketika lawan mengejar pukulan-pukulan baseline-nya, poin bisa dengan cepat lepas kendali. Tentu saja, rasa frustrasi akan menjadi konsekuensi yang wajar.

Margin di puncak permainan tenis putra saat ini terlalu tipis bagi Alcaraz untuk kehilangan kendali. Jannik Sinner terus menguntitnya di peringkat, memaksanya untuk bermain tenis dengan hampir sempurna agar tetap berada di posisi puncak.

Artikel Tag: miami open, Monte Carlo Open, Carlos Alcaraz, Sebastian Korda

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru