Kanal

Carlos Alcaraz Tetap Berpikir Positif Meski Gagal Pertahankan Gelar US Open

Penulis: Dian Megane
09 Sep 2026, 18:28 WIB

Ben Shelton [image: getty images]

Berita Tenis: Kepedihan akibat kekalahan tipis di perempatfinal tidak menyurutkan semangat positif yang dirasakan Carlos Alcaraz usai kiprahnya di US Open musim 2026.

Upaya petenis berkebangsaan Spanyol untuk mempertahankan gelar US Open berakhir secara dramatis pada Rabu (8/9) dini hari waktu setempat, saat petenis tuan rumah, Ben Shelton memenangkan laga sengit yang berdurasi 4 jam 28 menit di Arthur Ashe Stadium dengan lima set.

Meski belakangan mengakui bahwa petenis unggulan kedua sempat memiliki peluang untuk meraih kemenangan, ia menegaskan rasa puasnya terhadap performa keseluruhannya dalam turnamen pertama yang ia ikuti setelah absen lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan.

"Seperti yang saya katakan sebelum turnamen dimulai, harapan saya adalah pergi ke sana, berkompetisi, bermain dalam pertandingan-pertandingan seperti ini, dan tetap dalam kondisi sehat," ujar Alcaraz setelah pertandingannya melawan Shelton berakhir pada pukul 03.33 pagi waktu setempat, waktu penyelesaian pertandingan paling larut dalam sejarah US Open sampai sejauh ini.

"Pertandingan itu berlangsung sengit. Sangat ketat. Jadi, saya tidak akan kecewa karena tidak meraih kemenangan pada akhirnya. Saya justru merasa senang. Saya bangga pada diri sendiri, bangga atas semangat juang saya.”

"Setelah set ketiga, kondisi fisik saya benar-benar terkuras, tetapi saya berhasil menemukan cara untuk memacu diri dan mengerahkan tenaga ekstra. Di set kelima, kondisi saya mulai membaik, namun saya menghadapi salah satu petenis terbaik. Ia luar biasa tangguh. Ia adalah petenis yang hebat dan memiliki kekuatan besar. Ia mampu bermain dengan sangat baik dalam situasi apa pun, jadi pujian layak diberikan kepadanya. Namun, saya meninggalkan lapangan dengan perasaan senang. Saya meninggalkan lapangan dengan senyuman dan dalam kondisi sehat, inilah yang saya butuhkan."

Petenis berkebangsaan Spanyol dikenal karena kemenangannya dalam babak tiebreak set penentu (format 10 poin) melawan Jannik Sinner yang mengantarkannya meraih gelar French Open pada musim 2025, tetapi ia gagal mengulangi pencapaian tersebut meski sempat unggul 5/3 atas Shelton.

Petenis kidal, Shelton memenangkan tujuh dari sembilan poin berikutnya untuk memastikan kemenangan di hadapan pendukung tuan rumah dan petenis berkebangsaan Spanyol menilai bahwa servis keras yang menjadi ciri khas lawannya itu memegang peranan kunci di saat-saat terakhir pertandingan.

"Servis adalah senjata yang sangat ampuh dalam situasi seperti ini, tetapi terkadang anda menang, terkadang anda kalah," tutur Alcaraz.

"Saya ingat babak tiebreak [10 poin] terakhir yang saya mainkan, itu terjadi di Paris. Saat itu saya memainkan pertandingan yang luar biasa. Kali ini, ketika anda berusaha berjuang dan mengatasi segala kendala fisik yang mungkin ada — dan tentu saja saat lawan melakukan servis — ia memberikan tekanan yang sangat besar kepada anda.”

"Anda berpikir, 'Baiklah, cobalah untuk mengembalikan bola servis itu masuk'. Ada ketidakpastian apakah reli akan berlanjut atau apakah ia akan mendapatkan poin cuma-cuma dari servisnya. Menurut saya, di momen-momen seperti inilah ia sangat diuntungkan oleh servisnya. Ini bukan alasan pembenaran, tetapi saya bisa katakan bahwa servis adalah senjata penting pada saat-saat tersebut."

Meski menelan kekalahan, Alcaraz meninggalkan New York dengan rekor musim yang impresif, yakni 26 kemenangan dan 4 kekalahan, termasuk keberhasilannya menjuarai Australian Open awal musim ini. Ia tetap menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara menuju ATP Finals di Turin dan berada di posisi yang menguntungkan untuk lolos ke turnamen akhir musim untuk kali kelima secara berturut-turut.

Artikel Tag: US Open, Carlos Alcaraz, Ben Shelton

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru