Carlos Alcaraz Ungkap Bagaimana Ia Atasi Ketenaran Sebagai Petenis
Carlos Alcaraz [image: reuters]
Berita Tenis: Menginjak usia 23 tahun, Carlos Alcaraz telah menorehkan karier yang legendaris. Jika terhindar dari cedera, ia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu petenis — bahkan mungkin petenis terhebat — sepanjang masa.
Petenis berkebangsaan Spanyol mencuat saat masih remaja pada musim 2021, ketika ia meraih gelar juara turnamen ATP pertamanya di Umag dan mencapai perempatfinal Grand Slam untuk kali pertama di US Open. Sejak saat itu, performanya terus meningkat pesat hingga ia berhasil mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, jumlah yang setara dengan pencapaian John McEnroe.
Kesuksesan luar biasa di usia yang begitu muda sering kali mendatangkan ketenaran yang bisa berdampak buruk bagi para atlet di awal karier mereka, namun hal tersebut tidak terjadi pada mantan petenis peringkat 1 dunia.
Saat ditanya dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Vienna Open mengenai bagaimana menghadapi ketenaran, Alcaraz menjawab, “Sejujurnya, bagi saya itu datang secara alami. Saya sama sekali tidak melakukan sesuatu yang berbeda. Saya hanya bersikap apa adanya. Baik di atas maupun di luar lapangan, saya berusaha menunjukkan diri saya yang sebenarnya. Saya tidak berpura-pura menjadi sosok yang ingin dilihat orang lain. Saya hanya menjadi diri sendiri sepanjang waktu.”
“Ya, saya senang sekali orang-orang menyukainya. Menurut saya, melakukan segala sesuatu sealami mungkin adalah cara terbaik. Saya pun berusaha untuk berpikir dan bersikap seperti itu. Jadi, kalau orang-orang menyukainya, itu sungguh luar biasa bagi saya.”
Musim ini, ia telah memenangkan tiga gelar. Gelar pertama diraih di Australian Open, turnamen di mana ia mencatatkan diri sebagai petenis termuda yang berhasil melengkapi Career Grand Slam (mengamankan keempat Grand Slam). Ia kemudian memenangkan Qatar Open, tetapi mengalami cedera pergelangan tangan di Barcelona Open yang membuatnya harus absen selama lebih dari empat bulan.
Ia kembali berkompetisi di US Open, di mana upayanya untuk mempertahankan gelar terhenti di perempatfinal setelah kalah dari Ben Shelton. Setelah itu, ia membawa Tim Eropa meraih kemenangan di Laver Cup dan mengamankan gelar ke-27 dalam kariernya di Japan Open.
Sementara itu, saat memilih momen favoritnya dari musim 2026, Alcaraz mengatakan, “Ada beberapa momen penting bagi saya, baik di atas maupun di luar lapangan musim ini. Tentu saja, di awal musim, ada pencapaian yang diraih. Saya berhasil memenangkan beberapa gelar Grand Slam untuk kali pertama.”
“Memenangkan Australian Open untuk kali pertama, bagi saya, merupakan salah satu momen paling berkesan musim ini. Tetapi, mengingat saya sempat mengalami cedera dan harus absen selama empat setengah bulan, saya jadi punya kesempatan untuk melakukan banyak hal di luar lapangan, seperti bepergian bersama teman-teman.”
“Saya bahkan bisa hadir di final World Cup dan menyaksikan Spanyol memenangkan gelar juara dunia untuk kali kedua. Itu adalah pengalaman sekali seumur hidup bagi saya. Jadi, ya, bisa dibilang dua hal itulah momen yang paling berkesan bagi saya, baik di atas maupun di luar lapangan.”
Artikel Tag: australian open, Vienna Open, Carlos Alcaraz