Chantelle Cameron Taklukkan Mikaela Mayer dalam Duel Unifikasi Gelar
Chantelle Cameron (kanan) tampil agresif sejak ronde pertama dan terus menekan Mayer. (Foto: Fight TV)
Chantelle Cameron menaklukkan Mikaela Mayer melalui keputusan mutlak dalam pertarungan sengit untuk menyatukan gelar dunia kelas junior middleweight di bp pulse LIVE, Birmingham, Inggris, Sabtu (29/8).
Cameron dinyatakan menang dengan skor 97-93, 97-93, dan 96-94.
Kemenangan tersebut membuat petinju Inggris berusia 35 tahun itu mempertahankan sabuk WBO sekaligus merebut gelar WBC milik Mayer.
Sabuk The Ring dan WBA yang sebelumnya berada dalam koleksi Mayer juga turut berpindah tangan.
Bagi Chantelle Cameron, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya, hanya berada di bawah kemenangan atas Katie Taylor pada 2023. Saat itu, Cameron mengalahkan Taylor melalui keputusan mayoritas di Dublin.
Cameron tampil agresif sejak ronde pertama dan terus menekan Mayer.
Petinju asal Las Vegas tersebut sempat membalas dengan jab tajam dan pergerakan dari jarak jauh, tetapi Cameron lebih sering menemukan sasaran dengan pukulan yang bersih dan keras.
Pertarungan berlangsung ketat dan bergantian. Mayer tampil lebih efektif ketika menggunakan jab dan bertarung dari jarak jauh, sedangkan Cameron berusaha memaksa lawannya terlibat dalam pertarungan jarak dekat.
Pada ronde kelima dan keenam, kedua petinju terlibat dalam pertukaran pukulan sengit. Mayer memiliki momen bagus melalui tangan kirinya, tetapi Cameron kembali unggul dalam beberapa pertukaran di jarak dekat.
Memasuki ronde kedelapan, Cameron menghasilkan pukulan terbesar dalam pertarungan. Sebuah hook kanan keras mengguncang Mayer dan menjadi salah satu momen penting yang kemungkinan memengaruhi penilaian juri.
Kedua petinju mulai melambat pada dua ronde terakhir setelah menguras tenaga dalam pertarungan berintensitas tinggi.
Cameron sempat mengalami luka di atas mata kiri akibat benturan kepala pada ronde kesembilan.
Mayer tampil lebih agresif di 30 detik terakhir ronde ke-10 dan mendaratkan dua pukulan kanan yang sempat membuat Cameron kehilangan keseimbangan. Namun, itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Mikaela Mayer, juara dunia tiga kelas, tidak menerima keputusan tersebut. Ia menilai dirinya lebih unggul dalam aspek tinju dan membuka peluang untuk pertarungan ulang.
“Saya mengalahkan Chantelle. Jika ingin melakukannya lagi, pertarungan itu tidak akan berlangsung di Inggris,” kata Mayer.
Cameron juga menyatakan kesediaannya menjalani rematch, tetapi menginginkan perubahan format menjadi tiga menit per ronde.
Ia juga kembali melontarkan sindiran kepada Mayer setelah kemenangan tersebut.
Kemenangan membuat Cameron memperbaiki rekornya menjadi 23-1 dengan delapan KO. Sementara itu, Mikaela Mayer kini memiliki rekor 22-3 dengan lima kemenangan KO dan kembali menelan kekalahan di tanah Inggris setelah sebelumnya takluk dari Alycia Baumgardner dan Natasha Jonas.
Hasil ini sekaligus mengukuhkan Chantelle Cameron sebagai salah satu petinju wanita terbaik dunia dan membuka peluang pertarungan besar berikutnya setelah sukses menyatukan gelar kelas 154 pound.
Artikel Tag: Mikaela Mayer, Katie Taylor, Chantelle Cameron