Cori Gauff Kehilangan Arah Usai Terdepak Dari Melbourne
Cori Gauff [image: getty images]
Berita Tenis: Semua orang mengharapkan kejutan besar pertama di Australian Open 2026 dan kini Rod Laver Arena diliputi rasa tidak percaya saat Cori Gauff tersingkir.
Petenis AS menderita kekalahan telak di perempatfinal Australian Open 2026 dari peteni unggulan ke-12, Elina Svitolina.
Di sepanjang turnamen, petenis peringkat 3 dunia telah membangun reputasi sebagai petenis yang mampu keluar dari situasi sulit. Ketika tekanan meningkat, ia akan menyelesaikan masalah dengan servisnya – sebuah keterampilan yang, menurut pengakuannya sendiri, masih dalam proses pengembangan, tetapi telah ia tingkatkan di Melbourne.
Namun, di perempat final melawan petenis berkebangsaan Ukraina, Svitolina, juara French Open musim 2025 sama sekali tidak memiliki jawaban. Ia tidak pernah benar-benar tenang dalam pertandingan yang berlangsung selama 59 menit tersebut, sehingga menjadi perempatfinal nomor tunggal putri tercepat dalam enam tahun terakhir di Australian Open.
“Biasanya ketika orang lain meningkatkan level permainan mereka, saya juga mampu meningkatkan level permainan saya, dan kali ini saya tidak melakukannya,” aku Gauff dengan emosional.
“Terkadang ketika anda kalah dalam satu set dengan skor 6-1, rasanya seperti, ‘Oke, terserah, mulai lagi’. Dan kemudian pada skor 3-0 di set kedua, saya senang bisa memenangkan game itu. Saya hanya merasa bahwa semua hal yang biasanya saya lakukan dengan baik, kali ini tidak berjalan dengan baik.”
“Saya mencoba yang terbaik untuk tetap positif, tetapi saya merasa tidak ada yang berhasil bagi saya.”
Petenis berusia 21 tahun melakukan 14 unforced error di set pertama, termasuk lima pelanggaran ganda. Meskipun petenis umumnya dapat membalikkan keadaan ketika mereka mengalami set yang buruk, Svitolina tanpa henti menyerang, menutup pintu bagi potensi untuk bangkit.
“Saya memberikan pujian kepadanya karena ia memaksa saya untuk bermain seperti itu,” lanjut Gauff. “Bukannya saya baru bangun dan ya, kali ini adalah hari yang buruk, tetapi hari-hari buruk sering disebabkan oleh lawan anda, jadi, ia bermain dengan baik.”
“Biasanya saya mampu berjuang setidaknya untuk memperketat skor, kemudian anda tidak pernah tahu, rasa gugup bisa muncul pada dirinya, sesuatu seperti itu. Kali ini saya tidak mampu melakukan itu.”
Servis petenis AS membantunya mengamankan kemenangan dalam pertandingan ketat melawan Hailey Baptiste dan Karolina Muchova, di mana ia dipaksa bermain hingga set ketiga. Kemampuannya untuk memasukkan lebih banyak servis pertama terbukti menjadi senjata berbahaya di Australian Open 2026 setelah ia memperpanjang rekor Grand Slam dalam pertandingan tiga set menjadi 21-6.
“Saya rasa ini langkah yang tepat. Saya merasa ada hal-hal positif yang bisa saya ambil, terutama di pertandingan terakhir saya melawan Karolina Muchova. Itu adalah pertandingan yang biasanya saya akan melakukan banyak pelanggaran ganda,” tutur Gauff.
“Apakah servis saya sudah sesuai keinginan? Tidak. Maksud saya, saya memang melakukan servis dengan baik di beberapa pertandingan, tetapi saya merasa kali ini servis saya adalah salah satu pukulan yang saya inginkan untuk menyelamatkan saya dari kesulitan.”
“Saya pasti bisa melihat kembali turnamen ini dan mengatakan bahwa servis saya telah meningkat. Saya harap hal ini dapat terus meningkat. Fokusnya adalah membuat servis kedua lebih baik, yang memang sudah lebih baik, tetapi jelas saya ingin terus seperti itu, kemudian membuat servis pertama sedikit lebih agresif.”
Artikel Tag: Australian Open 2026, Cori Gauff, Elina svitolina