Damian Lillard Siap Buktikan Kebangkitan Pasca Cedera
Damian Lillard Siap Buktikan Kebangkitan Pasca Cedera - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA
Ketika Damian Lillard mengalami cedera tendon Achilles kiri dalam babak playoff dua musim lalu, sebuah komentar di televisi menyebutkan bahwa cedera tersebut akan menjadi akhir kariernya. Namun, Lillard kembali musim ini ke Portland Trail Blazers setelah menjalani pemulihan selama 16 bulan dari cedera yang dialaminya saat membela Milwaukee Bucks.
"Saya ingat malam itu. Saya pulang dan menonton cuplikan pertandingan playoff lainnya. Ada komentar di TV yang mengatakan, ‘Ini adalah penampilan terakhir Dame Lillard seperti yang kita kenal,’" ujar Lillard setelah pertandingan pramusim melawan Warriors. "Hal itu membangkitkan semangat saya. Bukan karena harus membuktikan sesuatu, tetapi karena saya orang yang selalu bangkit dan berjuang."
Lillard kini bergabung dengan tim yang tengah bertransformasi. Tiago Splitter, yang mengantar Blazers ke babak playoff musim lalu setelah Chauncey Billups tersandung masalah hukum, kini pindah ke Chicago Bulls. Portland kemudian merekrut mantan asisten Timberwolves, Micah Nori, untuk mengambil alih.
Blazers juga menyesuaikan diri dengan kepemilikan baru di bawah Tom Dundon, yang mengambil alih sebelum musim lalu berakhir. Selama musim panas, tim ini merombak lebih dari 70 staf.
Dalam gerakan pemain, Blazers mendatangkan Ja Morant melalui pertukaran pemain di luar musim, memperkuat lini belakang bersama Lillard, Scoot Henderson, dan Jrue Holiday. Spekulasi terus beredar tentang bagaimana duet Morant, All-Star dua kali yang mencari awal baru, dengan Lillard, pencetak poin terbanyak sepanjang masa Blazers, akan bermain bersama.
Lillard mencatatkan 14 poin, 4 asis, 3 rebound, dan 2 steal dalam kemenangan Trail Blazers 110-98 atas Sacramento Kings pada Selasa (13/10) waktu AS. Lillard tak khawatir tentang perannya dan menegaskan bahwa Blazers kini memiliki lebih banyak opsi serta tantangan bagi lawan.
"Jika saya mendapatkan bola dan mengoperkannya ke Ja Morant, saya merasa yakin. Begitu juga jika saya mengoperkannya ke Deni Avdija. Jika mereka menyerang ring dan mengoper bola kepada saya untuk tembakan tiga angka, saya yakin mereka juga akan merasa senang," ujar Lillard. "Jika kami bermain dengan cara yang benar, banyak kesempatan akan terwujud."
Lillard menandatangani kontrak tiga tahun senilai 42 juta Dolar AS untuk kembali ke Blazers pada Juli 2025 setelah dua musim bersama Bucks. All-Star sembilan kali ini memulai 11 musim pertamanya bersama Portland, yang memilihnya sebagai pilihan keenam pada draft NBA 2012.
Di musim terakhirnya bersama Bucks, Lillard rata-rata mencetak 24,9 poin dan 7,1 asis, namun hanya tampil dalam 58 pertandingan akibat trombosis vena dalam. Cedera Achilles dialaminya saat playoff putaran pertama melawan Indiana.
Kini, di usia 36 tahun, Lillard merasa tidak perlu lagi memikul beban seperti di awal kariernya di Blazers. "Saya mampu melakukan apa pun yang diperlukan. Namun, saya merasa tidak perlu memaksakan diri bermain 37, 36, 35 menit jika tidak diperlukan," katanya. "Kami memiliki banyak pemain berposisi guard. Saya siap bermain berapa pun menit yang dibutuhkan."
Intinya, jangan pernah ragukan Dame.