Dana White Ancam Gugatan Hukum Usai IBF Tolak Status Laga Jai Opetaia
Dana White menilai IBF sejak awal memang berencana mencopot Opetaia dari status juara dunia kelas penjelajah. (Foto: Fight TV)
CEO UFC sekaligus tokoh utama di balik Zuffa Boxing, Dana White, menyatakan kemungkinan adanya langkah hukum terhadap Federasi Tinju Internasional (IBF).
Sebelumnya, IBF menolak mengesahkan kemenangan Jai Opetaia atas Brandon Glanton sebagai pertarungan perebutan gelar kelas penjelajah.
White mengungkapkan hal tersebut setelah Opetaia meraih kemenangan angka yang dominan dalam pertarungan yang berlangsung di Meta Apex pada Minggu malam.
Menurut White, tim Opetaia sebelumnya telah membayar biaya pengesahan kepada IBF lebih dari 80.000 dolar AS dengan asumsi bahwa duel melawan Glanton akan memperebutkan sabuk IBF selain gelar The Ring dan sabuk perdana milik Zuffa Boxing.
Namun hingga Minggu malam, biaya tersebut disebut belum dikembalikan.
Dana White menilai IBF sejak awal memang berencana mencopot Opetaia dari status juara dunia kelas penjelajah. Ia juga mengkritik alasan yang digunakan IBF untuk tidak mengesahkan pertarungan tersebut sebagai perebutan gelar.
“Sudah sangat jelas apa yang mereka lakukan,” kata White. “Saya melihat kemungkinan gugatan hukum akan muncul.”
IBF sebelumnya menyatakan bahwa pertarungan Opetaia melawan Glanton tidak dapat disetujui sebagai laga perebutan gelar setelah adanya dugaan pelanggaran terhadap salah satu aturan organisasi.
Salah satu alasan yang disoroti adalah keberadaan sabuk IBF dalam konferensi pers yang dianggap tidak mendapat perlakuan semestinya.
Dana White menyebut alasan tersebut sebagai sesuatu yang “aneh dan tidak profesional”. Ia juga mempertanyakan mengapa IBF tidak segera mengembalikan biaya pengesahan yang telah dibayarkan oleh tim Opetaia.
Selain biaya pengesahan, pihak Zuffa Boxing juga dilaporkan menanggung seluruh biaya perjalanan pengawas IBF ke acara tersebut. Pengawas tersebut akhirnya kembali pulang setelah IBF mengumumkan keputusan resminya pada Jumat malam.
Meski merasa kecewa dengan penanganan kasus ini, Dana White tidak sepenuhnya menutup kemungkinan bekerja sama dengan badan pengesah tinju di masa depan.
Ia menyebut kerja sama tersebut masih mungkin dilakukan jika semua pihak sepakat, terutama dalam upaya mewujudkan pertarungan unifikasi gelar.
Sementara itu, Opetaia tetap menegaskan ambisinya untuk menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas penjelajah. Namun rencana tersebut akan menjadi lebih rumit jika IBF benar-benar mencopot sabuk juara miliknya.
Petinju asal Australia tersebut juga menyatakan keinginannya untuk menghadapi pemenang pertarungan antara Gilberto Ramirez dan David Benavidez yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei di T-Mobile Arena.
Artikel Tag: Dana White, Jai Opetaia