Daniel Farke Sebut Newcastle Contoh Ideal dan Realitas Leeds United
Daniel Farke nilai perjalanan Newcastle United jadi inspirasi bagi Leeds United. (Foto: Annabel Lee-Ellis/PA Images via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Manajer Leeds United, Daniel Farke, menilai bahwa perjalanan Newcastle United dalam beberapa tahun terakhir merupakan gambaran nyata mengenai potensi kesuksesan yang bisa dicapai klubnya. Farke menegaskan bahwa Newcastle telah menunjukkan perkembangan luar biasa sejak diakuisisi oleh Public Investment Fund pada 2021, meski tantangan di kasta tertinggi tetap tak terhindarkan.
Newcastle United tercatat telah menginvestasikan hampir 800 juta poundsterling untuk belanja pemain yang berbuah trofi Carabao Cup serta dua kali kualifikasi Liga Champions. Namun, mereka juga harus menghadapi realitas pahit setelah kehilangan bintang utama seperti Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes yang hengkang ke klub pesaing pada bursa transfer musim panas ini.
Gelontoran dana besar tersebut bahkan tidak menjadi jaminan setelah Newcastle United terlempar ke posisi ke-12 di klasemen akhir musim lalu. Kini tugas berat memimpin kebangkitan tim berada di tangan manajer baru, Matthias Jaissle, yang resmi menggantikan peran Eddie Howe yang dinilai Daniel Farke telah meninggalkan warisan fondasi yang sangat kuat di klub tersebut.
Farke membeberkan pandangannya mengenai proses panjang yang harus dilalui Leeds United untuk dapat bersaing secara konsisten di tingkat tertinggi. "Di setiap pertandingan Anda harus selalu fokus, [karena] bahkan jika klub seperti Newcastle - dengan perekrutan yang mereka lakukan dalam sejarah terkini - sedikit mengalami kesulitan, hal itu memberi tahu Anda betapa sulitnya bagi tim yang baru berada di tahun kedua setelah promosi," ujar Farke.
Masih dalam ulasannya, Farke menambahkan pentingnya menjaga fokus di tengah euforia fans usai Leeds United menginvestasikan lebih dari 80 juta poundsterling di bursa transfer. "Jadi kami sangat sadar bahwa ini sulit. Dalam 25 tahun terakhir kami tidak pernah memainkan dua musim berturut-turut secara solid di level ini, dan karena itu kami sadar betul bahwa kami memulai musim dengan baik, tetapi konsistensi dan kerja keras sangat dibutuhkan untuk menjalani musim solid lainnya," lanjut Farke.
Farke juga mewanti-wanti agar optimisme para pendukung tidak berubah menjadi ekspektasi yang berlebihan hingga membuat tim kehilangan pijakan dasar. "Saya memiliki keinginan besar untuk memastikan optimisme ini bertahan sedikit lebih lama [tetapi] tidak berlebihan, dan kami tidak kehilangan hal-hal mendasar serta apa yang harus kami lakukan. Beberapa tahun lalu, kami juga memiliki satu musim yang baik di level Premier League, lalu semua orang sudah berkata 'ayo, beli jasmu untuk Eropa'. Saya pikir saya harus memastikan kami tetap rendah hati dan membumi," tegasnya.
Berdasarkan laporan YEP, Daniel Farke mengakui Newcastle United berada di depan, tetapi Leeds United berpotensi menyamai kesuksesan tersebut karena kesamaan sejarah serta basis pendukung masif. "Secara umum, ini adalah skenario terbaik ketika klub-klub besar dengan sejarah dan basis penggemar yang begitu besar bisa sukses dan kembali ke performa terbaiknya," ujar Farke.
"Saya pikir itu lebih baik daripada klub buatan tanpa tradisi. Saya menyukai klub-klub tradisional dengan banyak sejarah ini. Itulah mengapa Anda sangat termotivasi untuk melakukan ini juga bersama klub Anda, bersama Leeds United. Dan tentu saja, akan sangat luar biasa jika suatu hari nanti bisa membicarakan target-target tersebut, tetapi saya tidak terlalu terbawa oleh mimpi-mimpi saya. Saya lebih fokus pada masa kini, dan saya pikir ini sangat penting," pungkas Farke.
Artikel Tag: Premier League, Newcastle United, Leeds United, Daniel Farke