Kanal

Demi Vollering Rebut Puncak Tour de France Femmes Jelang Etape Terakhir

Penulis: Hanif Rusli
09 Agu 2026, 18:30 WIB

Demi Vollering melakukan selebrasi setelah memenangi etape kedelapan Tour de France Femmes. (Foto: AP)

Demi Vollering memenangi etape kedelapan Tour de France Femmes sekaligus merebut kaus kuning menjelang etape terakhir, Sabtu (8/8).

Pebalap Belanda itu melancarkan serangan menentukan pada tanjakan terakhir untuk menggeser Katarzyna Niewiadoma-Phinney dari puncak klasemen.

Vollering meningkatkan kecepatan pada tanjakan keempat sekaligus terakhir dalam rute menuju Nice.

Niewiadoma-Phinney akhirnya tidak mampu mengikuti akselerasi tersebut dan mulai tertinggal sekitar enam kilometer sebelum finis.

Vollering kemudian melaju sendirian menuju garis finis di Promenade des Anglais. Niewiadoma-Phinney dan Elisa Longo Borghini berusaha mengejar, tetapi gagal memangkas jarak.

Demi Vollering mengangkat kedua tangannya saat melewati garis finis sebelum terduduk di jalan karena kelelahan.

Ia menyelesaikan etape dengan keunggulan 17 detik atas Longo Borghini dan Niewiadoma-Phinney yang finis di posisi kedua dan ketiga.

“Saya sangat kesakitan, sulit menggambarkannya, tetapi saya berhasil mewujudkannya,” kata Demi Vollering. “Ini membuktikan bahwa jika benar-benar percaya pada sesuatu dan berani bermimpi besar, tidak masalah seberapa besar risikonya atau seberapa besar rasa sakit yang harus dilewati.”

Kemenangan tersebut membawa Vollering memimpin klasemen umum dengan keunggulan delapan detik atas Niewiadoma-Phinney.

Vollering kini berada dalam posisi kuat untuk merebut gelar setelah sebelumnya menjuarai Giro d’Italia tahun ini dan melengkapi koleksi kemenangan di tiga Grand Tour.

Niewiadoma-Phinney sebelumnya mengambil alih kaus kuning setelah memenangi etape ketujuh melalui serangan solo di Mont Ventoux.

Juara Tour de France Femmes 2024 itu bahkan menggunakan sepeda berwarna kuning pada etape kedelapan.

Etape kedelapan menempuh jarak 172 kilometer dari Sisteron menuju Nice. Sebagian besar rute relatif datar dan cocok bagi sprinter, tetapi empat tanjakan kecil membuat persaingan sedikit lebih berat.

Para kandidat juara awalnya memilih menghemat energi untuk etape terakhir yang diprediksi menjadi penentu.

Kondisi tersebut membuat Maeva Squiban dari Prancis dan Loes Adegeest dari Belanda membangun breakaway panjang.

Squiban kemudian mengalami kecelakaan saat melewati tikungan pada turunan. Ia terjatuh cukup keras dan mengalami luka serta lecet di sisi kiri tubuhnya.

Meski kesakitan, ia tetap melanjutkan balapan setelah mendapat perawatan dari petugas medis.

Adegeest akhirnya tertangkap rombongan utama dalam sembilan kilometer terakhir sebelum finis.

Etape kesembilan pada Minggu akan menjadi ujian terakhir dengan empat tanjakan tajam di Col d’Èze, kawasan perbukitan yang menghadap Principality of Monaco.

Vollering menyadari keunggulannya belum aman. Dua tahun lalu, Niewiadoma-Phinney mengalahkannya pada etape terakhir dan merebut gelar hanya dengan selisih empat detik.

“Etape besok akan sangat berat. Kami sudah mengetahuinya sejak awal Tour,” ujar Vollering.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru