Kanal

Dua Gelar di Awal Tahun, Masa Depan Tunggal Putra Indonesia Cerah

Penulis: Yusuf Efendi
03 Feb 2026, 13:45 WIB

Alwi Farhan-Moh Zaki Ubaidillah/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Sektor tunggal putra Indonesia tengah menjadi sorotan setelah pencapaian dua gelar juara dalam dua pekan terakhir di Indonesia Masters World Tour Super 500 dan Thailand Masters World Tour Super 300 yang berakhir pada Minggu (1/2).

Pencapaian ini tentu menjadi sinyal sangat positif bagi sektor tunggal putra, mengingat para pemain senior seperti Anthony Sinisuka Ginting dan juga Jonatan Christie saat ini tengah menurun.

"Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi. Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan," papar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melalui keterangan pers Humas PP PBSI pada Senin (2/2) di Jakarta.

Pemain peringkat 14 dunia, Alwi Farhan sukses merengkuh gelar Indonesia Masters di Istora Senayan, sementara Moh Zaki Ubaidillah menyusul meraih gelar Thailand Masters pekan lalu.

"Evaluasi dan peningkatan program akan terus dilakukan agar prestasi yang diraih tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi," tambahnya.

Pasangan baru ganda putri Indonesia, Amalia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil merengkuh gelar turnamen Thailand Masters World Tour Super 300 setelah di laga puncak sukses menundukkan wakil asal China, Bao Li Jing / Li Yi Jing 15-21, 21-15 dan 21-18 pada Minggu (1/1).

Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Amalia/Fadia sebagai pasangan baru patut diapresiasi dan diharapkan dapat meningkatkan level di masa mendatang.

"Saya mengapresiasi hasil yang diraih oleh Tiwi/Fadia di Thailand Masters 2026. Harapan dari dilakukannya pergantian pasangan, tentu adalah adanya peningkatan prestasi dibandingkan pasangan sebelumnya. Namun, dari hasil evaluasi dan diskusi dengan pelatih sektor ganda putri, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi fisik maupun pola permainan," jelas Eng Hian.

"Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan untuk bersaing dan meraih prestasi di turnamen dengan level yang lebih tinggi," Eng Hian, menambahkan.

Sementara itu munculnya pasangan muda Raymond Indra / Nikolaus Joaquin juga mempertegas bahwa bahwa sektor ganda putra tidak kekurangan talenta baru menjanjikan.

Artikel Tag: Badminton Indonesia, eng hian, Moh Zaki Ubaidillah, Alwi Farhan, Thailand Masters 2026, Raymond Indra

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru