Duet Pedro Acosta dan Marc Marquez Akan Picu Rivalitas Panas di Ducati
Pedro Acosta dan Marc Marquez
Berita MotoGP: Rumor kepindahan Pedro Acosta ke Ducati mulai memanaskan bursa pembalap MotoGP 2027. Legenda balap MotoGP, Giacomo Agostini menilai duetnya bersama Marc Marquez bakal menjadi kombinasi mematikan sekaligus pemantik rivalitas internal.
Spekulasi mengenai susunan pembalap Ducati untuk MotoGP 2027 semakin menguat menjelang dimulainya musim 2026. Nama Pedro Acosta disebut akan bergabung dengan tim pabrikan asal Italia tersebut untuk menjadi tandem Marc Marquez, menciptakan salah satu duet paling berbahaya di grid.
Meski belum diumumkan secara resmi, rumor tersebut sudah memantik banyak reaksi dari pengamat dan legenda balap dunia. Salah satunya datang dari Giacomo Agostini, pemilik 15 gelar juara dunia Grand Prix, yang melihat potensi besar sekaligus risiko di balik kombinasi dua pembalap Spanyol itu.
Dalam wawancaranya bersama Gazzetta.it, Agostini menggambarkan situasi tersebut seperti menghadirkan dua pemimpin dominan dalam satu tim.
“Ibarat dua ayam jantan dalam satu kandang. Acosta sangat berbakat dan petarung, sementara Marquez memiliki pengalaman yang luar biasa,” ujar Agostini.
Menurutnya, rivalitas internal justru bisa menjadi keuntungan bagi Ducati. Kedua pembalap akan saling mendorong performa untuk menjadi yang terbaik, terutama karena status rekan setim di MotoGP sering kali menjadi tolok ukur utama kemampuan seorang rider.
“Ideal bagi Ducati, karena hampir pasti salah satu dari mereka akan menjadi juara. Bagi pembalapnya sendiri, motivasinya akan berlipat karena mereka ingin mengalahkan rekan setim,” lanjutnya.
Marc Marquez sendiri dikabarkan akan tetap bersama Ducati setidaknya hingga dua musim ke depan setelah sukses merebut gelar dunia 2025 bersama pabrikan Borgo Panigale. Keputusan tersebut dinilai logis, mengingat Ducati memberinya kesempatan bangkit setelah masa sulit akibat cedera panjang saat membela Honda.
MotoGP akan memasuki era regulasi baru pada 2027 dengan perubahan kapasitas mesin menjadi 850cc. Banyak pihak memprediksi perubahan tersebut dapat mengacak kekuatan antar pabrikan. Namun Agostini percaya Ducati tetap memiliki fondasi kuat untuk bertahan di barisan depan.
Ia juga menilai kecil kemungkinan Marquez meninggalkan Ducati dalam waktu dekat.
“Dia kembali menjadi juara bersama tim itu. Tidak masuk akal jika dia pergi. Ducati memberinya kesempatan untuk menang lagi,” kata Agostini.
Jika rumor ini benar terjadi, Ducati berpotensi memiliki kombinasi pengalaman dan talenta muda terbaik di MotoGP. Namun sejarah menunjukkan bahwa duel dua kandidat juara dalam satu garasi sering menghadirkan tekanan besar, baik bagi tim maupun pembalap itu sendiri.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, Pedro Acosta, MotoGP 2026