Kanal

Enos Mafokate, Pelopor Show Jumping Afrika Selatan, Meninggal Dunia

Penulis: Hanif Rusli
04 Sep 2026, 21:45 WIB

Pada 1980, Enos Mafokate mencatat sejarah sebagai pria kulit hitam Afrika Selatan pertama yang tampil di ajang show jumping internasional. (Foto: AP)

Enos Mafokate, juara show jumping kulit hitam pertama Afrika Selatan sekaligus tokoh penting olahraga berkuda di negara itu, meninggal dunia pada usia 80 tahun.

Kabar duka itu disampaikan keluarganya pada Kamis (3/9).

Mafokate dikenal sebagai sosok yang mendobrak batas rasial dalam olahraga berkuda yang pada masa apartheid didominasi penunggang kulit putih.

Ia juga dikenal luas dengan julukan “Kgosi ya Dipere”, istilah dalam bahasa Sesotho yang berarti “Raja Kuda”.

Dalam pernyataannya, keluarga Mafokate mengatakan perjalanan hidupnya tidak terlepas dari dukungan sejumlah tokoh olahraga berkuda Afrika Selatan yang melihat bakat luar biasanya.

Dukungan tersebut membantunya menghadapi hambatan rasial yang masih kuat pada masa apartheid.

Enos Mafokate mengawali kariernya sebagai pekerja di kandang kuda. Ia memenangi kompetisi berkuda pertamanya pada 1963.

Namun, aturan segregasi rasial di Afrika Selatan membuatnya tidak dapat kembali mengikuti kompetisi hingga 1975.

Pada 1980, Mafokate mencatat sejarah sebagai pria kulit hitam Afrika Selatan pertama yang tampil di ajang show jumping internasional.

Ia finis di posisi kelima dari 31 peserta dalam Royal International Horse Show di Wembley.

Setelah sistem apartheid mulai dibongkar pada 1991 dan Afrika Selatan kembali diterima dalam gerakan Olimpiade, kiprah Mafokate mendapat pengakuan lebih luas.

Ia menjadi duta olahraga Afrika Selatan pada Olimpiade Barcelona 1992.

Keluarganya menyebut perjalanan Mafokate membawanya dari kehidupan di tengah kerasnya era apartheid hingga tampil sebagai atlet show jumping di panggung internasional.

Namun, warisan yang ditinggalkannya dinilai jauh lebih besar daripada pencapaiannya di arena.

Pada masa berikutnya, Enos Mafokate mencurahkan perhatian untuk mengembangkan generasi muda penunggang kuda berkulit hitam di kawasan Soweto.

Pada 2006, ia mendirikan Soweto Equestrian Centre, sekolah berkuda yang kemudian menjadi tempatnya melatih ratusan anak muda dalam olahraga berkuda sekaligus kesejahteraan hewan.

Pengabdiannya mendapat penghargaan pada South Africa Sport Awards 2015. Saat itu, Mafokate menerima penghargaan atas pencapaian seumur hidup.

Keluarga Mafokate mengatakan pengaruhnya tidak hanya tercermin melalui prestasi sebagai penunggang kuda, tetapi juga melalui upayanya membuka kesempatan bagi generasi muda dan membantu mengubah wajah olahraga berkuda di Afrika Selatan.

Artikel Tag: olimpiade, Berkuda

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru