Enric Mas Bawa Spanyol Raih Gelar Vuelta a España Pertama sejak 2014
Enric Mas menjadi pebalap Spanyol pertama yang menjuarai balapan tersebut sejak Alberto Contador pada 2014. (Foto: AP)
Enric Mas akhirnya meraih gelar Vuelta a España setelah bertahun-tahun menunggu.
Pebalap Movistar itu memastikan kemenangan pada Minggu (13/9) sekaligus menjadi pebalap Spanyol pertama yang menjuarai balapan tersebut sejak Alberto Contador pada 2014.
Mas mengakhiri klasemen umum dengan keunggulan 2 menit 15 detik atas Primoz Roglic, sedangkan Felix Gall menempati posisi ketiga dengan selisih 2 menit 44 detik dari sang juara.
Pebalap berusia 31 tahun itu sebelumnya tiga kali menjadi runner-up Vuelta, yakni pada 2018, 2021, dan 2022. Ia juga finis ketiga pada 2024. Gelar kali ini menjadi kemenangan Grand Tour pertama dalam karier Mas.
Enric Mas mengambil alih kaus merah setelah Tadej Pogacar mengalami kecelakaan pada etape kedelapan dan harus meninggalkan perlombaan.
Saat kecelakaan tersebut, Pogacar masih unggul 3 menit 50 detik atas Mas dan menjadi favorit utama untuk meraih gelar.
Pogacar, juara Tour de France lima kali, sebelumnya membidik kemenangan pertamanya di Vuelta sekaligus berusaha menjadi salah satu dari sedikit pebalap yang mampu meraih gelar Tour-Vuelta pada musim yang sama.
Namun, kecelakaan tersebut mengakhiri harapannya sekaligus musim kompetisinya.
Mas kemudian mampu mempertahankan keunggulannya dari serangan Roglic dan Gall.
Ia memperbesar jarak setelah etape pegunungan terakhir di Sierra Nevada pada Sabtu, sebelum memasuki etape penutup dengan keunggulan lebih dari dua menit.
"Saya memimpikan ini dan berjuang untuk mendapatkannya. Saya sempat gugup. Hari ini penuh emosi, tetapi semuanya positif," kata Enric Mas.
Etape ke-21 dimenangi pebalap Norwegia Tobias Johannessen. Ia menuntaskan rute sepanjang 112 kilometer di Granada dengan mengalahkan Alessandro Romele dan Ramses Debruyne dalam sprint.
Waktu klasemen umum dinetralkan pada putaran terakhir sepanjang 9,8 kilometer setelah para pebalap menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan. Karena itu, persaingan gelar tidak berubah pada etape penutup.
Mas kemudian melewati garis finis bersama enam rekan setimnya dari Movistar dalam suasana perayaan di hadapan pendukung tuan rumah.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian Grand Tour terbesar bagi pebalap Spanyol sejak Contador memenangi Giro d'Italia 2015.
Mas juga membawa Movistar kembali menjadi juara Vuelta setelah Nairo Quintana terakhir kali memenangkan balapan tersebut untuk tim itu pada 2016.
"Tim membutuhkan kemenangan seperti ini, dan sekarang kami mendapatkannya," ujar Mas.
Artikel Tag: Vuelta a Espana, Enric Mas, Tadej Pogacar