Kanal

20 Tahun Lalu, Christian Horner Ambil Alih Red Bull di Tengah Keraguan

Penulis: Abdi Ardiansyah
08 Jan 2026, 10:18 WIB

Christian Horner

Berita F1: Pada 7 Januari 2005, Christian Horner resmi menerima tanggung jawab besar yang kala itu dipandang banyak pihak sebagai pertaruhan berisiko. Di usia 31 tahun, ia ditunjuk sebagai kepala tim Formula 1 termuda sepanjang sejarah, memimpin skuad yang baru saja diambil alih Red Bull dari Jaguar Racing.

Penunjukan tersebut datang hanya sekitar delapan minggu sebelum seri pembuka musim di Australia. Waktu yang sangat singkat untuk membangun struktur kepemimpinan, menanamkan otoritas, serta mengubah mentalitas tim yang sebelumnya identik dengan kegagalan. Jaguar menutup musim 2004 dengan hanya sembilan poin, sebuah catatan yang membuat skeptisisme mengiringi langkah Red Bull masuk ke Formula 1.

Saat itu, Red Bull kerap dipandang sekadar sebagai proyek pemasaran perusahaan minuman energi, bukan tim balap serius. Citra sebagai tim pencari sensasi dan pesta melekat kuat, sementara pengalaman teknis mereka dipertanyakan. Bagi Horner, tantangan ini menjadi ujian terbesar dalam karier manajerialnya, meski sebelumnya ia sukses mengantar Arden International meraih gelar F3000 pada 2002.

Respons Christian Horner datang dengan cepat. Pada balapan perdana musim 2005 di Melbourne, duet pebalap David Coulthard dan Christian Klien finis di posisi keempat dan ketujuh. Hasil tersebut langsung mengirim pesan bahwa era baru telah dimulai. Sepanjang musim, tim mengoleksi 34 poin, hampir empat kali lipat dibanding capaian Jaguar setahun sebelumnya.

Langkah paling menentukan datang pada November 2005, ketika Horner berhasil merekrut Adrian Newey sebagai pimpinan teknis. Kehadiran Newey, yang dikenal sebagai salah satu otak teknik paling berpengaruh di Formula 1, menjadi fondasi utama kesuksesan jangka panjang tim berbasis Milton Keynes tersebut.

Dari keputusan itu lahirlah era kejayaan Red Bull, dimulai dengan empat gelar juara dunia Sebastian Vettel secara beruntun, lalu dilanjutkan dominasi Max Verstappen yang mengantar tim meraih banyak kemenangan dan gelar konstruktor. Hingga kini, Red Bull telah mengoleksi enam gelar konstruktor, menempatkan mereka sejajar dengan tim-tim legendaris Formula 1.

Namun, perjalanan panjang Christian Horner bersama tim tersebut berakhir pada pertengahan musim 2025. Setelah sekitar 20 tahun memimpin, ia resmi dibebastugaskan, menutup satu era penting dalam sejarah Red Bull Racing. Meski demikian, keputusan berani pada Januari 2005 tetap dikenang sebagai titik balik yang mengubah wajah Formula 1.

Artikel Tag: Christian Horner, Red Bull, Jaguar

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru