Kanal

Bikin Blunder di Musim Debut F1, Oliver Bearman Justru Banyak Belajar

Penulis: Abdi Ardiansyah
11 Jan 2026, 15:10 WIB

Oliver Bearman

Berita F1: Oliver Bearman menutup musim rookie Formula 1 dengan perasaan puas, meski perjalanannya diwarnai sejumlah kesalahan yang sempat menuai sorotan. Pebalap Haas berusia 20 tahun itu menilai momen sulit yang ia alami justru berperan besar dalam membentuk kematangannya sebagai pebalap di level tertinggi.

Bearman menjalani musim debut yang cukup mengesankan bersama Haas. Ia mencatat sejumlah penampilan menonjol, termasuk finis kuat di Meksiko dan Sao Paulo, serta aksi impresif dari pit lane hingga finis keenam di Grand Prix Belanda. Konsistensi di paruh akhir musim membuatnya mampu mengungguli rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Esteban Ocon, dengan perolehan poin 41 berbanding 38.

Hasil tersebut semakin menegaskan potensi besar Bearman, yang juga merupakan bagian dari program junior Ferrari dan kerap dikaitkan dengan peluang promosi ke tim pabrikan Italia itu di masa depan. Meski demikian, ia mengakui awal musimnya berjalan tidak stabil.

Bearman menyebut performanya sempat naik turun, diiringi beberapa kesalahan mahal yang bahkan membawanya ke ambang sanksi larangan balap. Salah satu insiden yang paling disorot adalah kecelakaan di jalur pit Silverstone saat kondisi red flag. Ia juga sempat mengoleksi poin penalti cukup tinggi pada super license, sehingga memasuki 2026 dengan 10 dari batas maksimal 12 poin.

Meski begitu, Bearman menegaskan dirinya tidak menyesali kesalahan tersebut. Ia justru menilai pengalaman itu mempercepat proses belajar dan membantunya berkembang lebih cepat sebagai pebalap.

"Saya akan bilang untuk tetap termotivasi dan tidak larut dengan hal negatif," ujar Bearman. "Ada momen yang terlihat bodoh jika dilihat ke belakang, tapi saya tidak akan mengubahnya karena justru dari situlah saya belajar lebih cepat."

Ia menambahkan bahwa tanpa kesalahan di awal musim, dirinya mungkin tidak akan berada pada level performa seperti sekarang.

Perubahan signifikan Bearman juga diakui oleh prinsipal Haas, Ayao Komatsu. Ia sebelumnya menantang Bearman untuk memadukan kecepatan alaminya dengan kedewasaan dan konsistensi, agar tidak dikenal hanya sebagai pebalap cepat yang sering membuat kesalahan. Nasihat tersebut terbukti berdampak, terutama pada paruh kedua musim.

Oliver Bearman juga menyadari satu hal lain yang seharusnya ia lakukan lebih cepat, yakni mengambil peran kepemimpinan di dalam tim. Kini ia merasa lebih percaya diri memimpin arah kerja di garasi, sebuah peran yang menurutnya penting bagi seorang pebalap Formula 1.

"Memimpin tim tidak datang secara alami bagi saya, terutama sebagai pebalap muda yang bekerja dengan banyak orang berpengalaman," tutup Bearman. "Tapi sekarang saya merasa sudah berkembang ke arah itu."

Artikel Tag: Oliver Bearman, Haas, F1 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru